DI JAWA BARAT, LEBIH DARI 770.000 ANAK TIDAK SEKOLAH

sumber : 25 april 2006

Pendidikan Dasar
DI JAWA BARAT, LEBIH DARI 770.000 ANAK TIDAK SEKOLAH

Bandung, Kompas
    Masih banyak anak usia 7-15 tahun, yang seharusnya mengikuti
pendidikan dasar, tidak bersekolah. Mereka terdiri dari anak yang
belum pernah sekolah dan putus sekolah karena tidak mampu membayar
biaya sekolah. 
    Menurut data Dinas Pendidikan Jawa Barat yang disampaikan oleh
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dadang Dally, Senin (24/4), Jabar
masih memiliki sekitar 770.000 anak usia 13-15 tahun yang tidak
sekolah.
    Jumlah anak usia 13 -15 tahun di Jabar sebanyak 2,27 juta. Namun,
baru 1,5 juta anak yang sekolah. Jumlah ini meningkat dari tahun
sebelumnya setelah Jabar berhasil melaksanakan berbagai program
percepatan penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas)
sembilan tahun dengan menjaring 221.850 siswa dan warga belajar
baru.
    Menurut Dadang, untuk mendukung Wajar Dikdas sembilan tahun,
Jabar telah mengeluarkan dana Rp 110 miliar untuk membiayai
pendidikan 110.355 anak tidak mampu. Kegiatan itu berhasil
meningkatkan angka partisipasi murni (APM) atau angka keikutsertaan
anak-anak usia sekolah sebesar 4,48 persen.
    Untuk meningkatkan APM, Jabar juga menambah ruang kelas yang
mampu menampung 36.720 siswa, menyekolahkan 37.965 siswa di sekolah
menengah pertama (SMP) terbuka, serta menampung 22.200 orang dalam
pendidikan kejar paket B. “Jabar juga membangun 931 unit sekolah
baru dan sekolah dasar (SD)-SMP satu atap yang menampung 951 siswa.

Banyak masalah
    Selain itu, Jabar juga mengalokasikan dana bantuan operasional
sekolah (BOS) dan bantuan khusus murid (BKM) dari periode Juli
hingga Desember 2005 sebanyak Rp 878,69 miliar. “Tahun 2006 kami
mengalokasikan BOS dan BKM sebanyak Rp 1,75 triliun,” ujar Dadang.
Dengan adanya BOS dan BKM, sebanyak 93.13 persen sekolah setara SD
dan 72.86 sekolah setara SMP telah membebaskan iuran siswa.
    Sementara itu, menurut Gubernur Jabar Danny Setiawan, dengan
langkah-langkah yang dilakukan di bidang pendidikan, Jabar telah
berhasil menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 65,8 pada
tahun 2002 menjadi 69,10 pada tahun 2004. Selain itu, peringkat IPM
Jabar secara nasional dari peringkat 19 pada tahun 2002 menjadi
peringkat 14 pada 2004.
    Namun, sarana dan prasarana pendidikan masih banyak bermasalah.
Sebanyak 67,5 persen ruang sekolah rusak. Jabar juga kekurangan
79.764 guru untuk pendidikan setingkat SD-SMA. (ynt)

About these ads

~ oleh warungminum pada Juli 8, 2008.

Satu Tanggapan to “DI JAWA BARAT, LEBIH DARI 770.000 ANAK TIDAK SEKOLAH”

  1. Sungguh memprihatinkan, semoga pemerintah dan masyarakat dapat mengentaskan pendidikan anak dan membangun sarana pendidikan yang lebih memadai.
    Tidak sekedar korupsi, OK!
    http://www.mzandiansemesta.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 342 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: