KOTA BANDUNG, SURGA BUAT PARA PEMBANGUN RUMAH

Dimuat di KOMPAS – Jumat, 24 Sep 2004   
    BUTUH kayu sepanjang delapan meter, berdiameter 30 sentimeter,
dan berkualitas baik? Pasti sulit menemukannya karena sekarang, kayu-
kayu jarang berukuran besar seperti itu, paling panjang hanya empat
meter. Tetapi jika mencarinya di Bandung, Anda mungkin bisa
mendapatkannya.
    Datang saja ke sentra penjualan bahan bangunan bekas di sepanjang
Jalan Soekarno-Hatta. Kalau dari Terminal Leuwi Panjang, sentra
penjualan ini berada setelah perempatan yang mempertemukan Jalan
Mohammad Toha dengan Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.
    Ada sekitar 30 toko penjual bahan bangunan bekas. Dari jalan,
toko-toko ini mudah dikenali. Toko-toko tampak seperti gudang. Di
depannya terdapat kayu-kayu kusen, tumpukan genteng, dan besi pagar.
Barang ditumpuk di sana-sini, kebanyakan barang bekas.
    Di dalam toko, aneka ragam bahan bangunan bisa didapat. Meskipun
penampilannya kumal, kualitas barang bisa lebih baik dari barang
baru. Kayu-kayu tua yang disimpan merupakan kayu kering. Kadar airnya
sudah sangat minim. Sehingga kayu tidak dimakan rayap dan kokoh
hingga puluhan tahun kemudian.
    Sementara itu kayu-kayu baru, meskipun sudah di-oven, kadar
airnya kadang masih tinggi. Kayu seperti ini makanan kesukaan rayap.
Selain itu, kayu mudah retak dan bengkok jika terkena perubahan suhu.
    Kalau ingin rumah kokoh, pilih besi fondasi yang kuat. Besi
fondasi yang diproduksi puluhan tahun lalu kualitasnya lebih baik
daripada besi fondasi yang beredar sekarang. Kekuatan besi bisa
dilihat dari diameternya. Besi fondasi puluhan tahun lalu ukurannya
lebih besar-1 sentimeter , lebih besar sekitar 1-2 milimeter-dari
besi-besi sekarang.
   
     PENGUNJUNG yang suka berburu barang tua bisa menemukan kayu jati
berusia lebih dari 200 tahun, keramik Itali yang bermotif seperti
banyak ditemukan di rumah-rumah tua yang berdiri tahun 1920-an, kaca-
kaca patri dengan desain sebelum masa kemerdekaan RI, atau pintu-
pintu besar seperti rumah-rumah di Eropa.
    Para pedagang mendapatkan barang-barang bekas dengan membongkar
rumah-rumah dan bangunan perkantoran. Rumah tua biasanya lebih
menguntungkan karena barang-barangnya berkualitas bagus.
    Endang Warman, salah satu pedagang yang sudah berdagang bahan
bangunan bekas selama 19 tahun dan telah memiliki tiga gudang, pernah
membongkar rumah yang didirikan pada tahun 1800-an. Dari sana ia
mendapatkan kayu-kayu jati besar dan panjang. Juga kaca-kaca patri
yang menawan. Di Bandung, untuk mendapatkan pesanan membongkar
bangunan tua tidaklah sulit. “Sekarang banyak rumah tua dibongkar
untuk dijadikan rumah toko (ruko),” kata Endang. Daerah-daerah yang
penghuninya sering memesan untuk membongkar rumah tua berada di
kawasan Dago, Cipaganti, Cihampelas, Ciumbuleuit, Setiabudi, dan Alun-
Alun.
    Tidak cuma di Bandung, pesanan membongkar rumah tua juga datang
dari kota lain. “Dari Cirebon juga sering,” kata Lutfiah, cucu
pendagang bahan bangunan bekas pertama di kawasan itu.
   
    HARGA membongkar bangunan bervariasi, mulai Rp 1 juta hingga Rp 5
juta, tergantung material yang akan didapat di sana. Sebelum
membongkar, biasanya para pedagang memperkirakan keuntungan yang
bakal diperoleh. Jika menguntungkan, bangunan akan dibongkarnya.
    Informasi tentang bangunan-bangunan yang akan dibongkar diperoleh
dari para calo pembongkaran bangunan atau langsung dari pemilik
bangunannya.
    Harga barang bekas lebih murah dari yang baru meskipun kualitas
beberapa barang seperti kayu dan besi lebih baik. “Biar kualitasnya
bagus, kita kan beli rongsokan. Kadang, orang memandang rongsokan itu
tidak ada harganya,” kata Endang.
    Setiap meter kayu jati bekas dihargai Rp 50.000, kamper Rp
15.000, dan kayu Borneo Rp 7.500. Sedangkan satu meter kayu baru
dihargai Rp 70.000 untuk kayu jati, Rp 20.000 untuk kayu kamper, dan
Rp 15.000 untuk kayu Borneo.
    Besi fondasi baru sepanjang tiga meter seharga Rp 22.000,
sedangkan yang bekas Rp 16.000. Harga genteng beraneka ragam, mulai
dari Rp 200 hingga Rp 2.500 per lembar.
    Tetapi, harga ini bisa berbeda-beda di setiap toko, makanya para
pembeli harus telaten berkunjung dari satu toko ke toko lain untuk
membandingkan harga. Apalagi biasanya, barang-barang ini dibeli dalam
jumlah banyak.
    Itu juga dilakukan Suwanda (50), perempuan asal Ciranjang,
Cianjur ini, menjual barang-barang bekas juga di kotanya. Saat ini
permintaan material bangunan sedang banyak, tetapi order membongkar
rumah tidak ada, Suwanda pun berbelanja di sentra bahan bangunan ini.
    “Orang di sana menggunakan genteng dan bahan bangunan lain untuk
membuat rumah sampai kandang kambing,” kata Suwanda. Menurut Juliana
(29) dan Lutfiah (23), pembeli berasal dari berbagai kota di Jawa
Barat, di antaranya Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, dan
Sukabumi. Bahkan ada datang dari Jakarta.
   
    SELAIN pembeli perorangan, tak jarang para pengembang perumahan
(developer) membeli bahan bangunannya di sini.
    Sentra bahan bangunan bekas ini bermula sekitar tahun 1983.
Pedagang pertamanya bernama H Abdul Fatah yang berasal dari
Bangkalan, Madura.
    Sebelumnya ia telah merantau ke Surabaya dan Jakarta. Berbagai
usaha berdagang sudah dilakukannya di kota-kota itu. Ketika menetap
di Bandung ia memilih berdagang bahan bangunan bekas. Usaha ini
banyak dilakukan penduduk Bangkalan. Di tangan mereka, kayu-kayu
bekas dijual langsung maupun dibuat kerajinan dan furnitur.
    Tak lama setelah Abdul Fatah, beberapa pedagang lain mulai
membuka gudang sekaligus tokonya di daerah itu. Lama-lama, para
karyawannya pun mandiri dan membuka toko baru. Setelah belasan tahun,
jumlah toko makin banyak karena tak hanya anak, para cucu pedagang-
pedagang lama sudah ikut membuka toko sejenis. Para pedagang di sana
berasal dari Madura, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, dan lainnya.
    Seluruh pedagang menyewa tanah di pinggir jalan. Gudang seluas 70
meter persegi harga sewanya sekitar Rp 2,5 juta setahun. Untuk
membuka usaha ini dibutuhkan setidaknya dana sebesar Rp 10 juta
hingga Rp 20 juta.
    Pada tahun 2001, gudang-gudang di sana terbakar. Seluruh pedagang
kehilangan barang dagangan. Namun, hampir seluruhnya bangkit lagi
karena mereka bisa melakukan nego dengan para pemilik rumah bongkaran
untuk membongkar dahulu bangunan, baru dibayar setelah rongsokan yang
diambil terjual.
    “Para pemilik bangunan yang kami bongkar percaya, kami tidak akan
lari,” kata Endang. Yang lainnya, bangkit dengan meminjam modal awal
pada keluarga dan kerabat di kampung halaman. Kurang dari setahun,
sentra bahan bangunan bekas pun hidup lagi. Mau beli kayu delapan
meter, berdiameter 30 sentimeter dan berkualitas baik? Datanglah ke
Jalan Soekarno- Hatta, Bandung. (Y09)

Foto:2  (Yenti Aprianti)

1. DEVELOPER –  Sentra bahan bangunan bekas di Jalan Soekarno-Hatta,
   Bandung, juga diminati oleh para pengembang perumahan (developer).

2. BAHAN BANGUNAN – Bekas Di sentra bahan bangunan bekas di Jalan
   Soekarno-Hatta, Bandung, terdapat gudang-gudang yang didirikan di
   sisi kiri dan kanan jalan. Tempat tersebut tidak hanya diminati
   perorangan yang ingin membangun rumah sendiri, tetapi juga para
   pengembang perumahan (developer). Foto ini diambil tanggal
   19 September.

~ oleh warungminum pada Mei 27, 2008.

10 Tanggapan to “KOTA BANDUNG, SURGA BUAT PARA PEMBANGUN RUMAH”

  1. Kalau disana harga seng bekas berapa yah ?

  2. Kalau sy mau jual Kayu Jati, bisa gak saya kirim fotonya dulu via email..so biar anda bisa lihat dulu, tolong emailnya ya mbak ke dannydinar@plasa.com / dinaradiprabowo@gmail.com ph (024) 70511724
    Thx

  3. mba o pak tolong email ya saya mau mnawarkan kembangan buat pagar yng terbuat dari plat. darmexthree@gmail.com dari tegal

  4. saya cucu pedagang bahan bangunan bekas yang pertama kali ada di bandung sejak tahun 1984,kayu2 dari jl,sokarno hatta juga dari situ aksan dapatnya,untuk pembelian bahan bangunan bekas ke jl,pagarsih situ aksan lebih murah di banding belanja ke jl,sokarno hatta. makasih mba/bpk

  5. saya butuh besi coran beton 10 mm,cari bekas biar murah kalau ada call aja081320173399

  6. saya mau jual genteng kodok bekas sebayka 1000 buah dan kayu bekas bongakaran

  7. Saya butuh seng bekas harga murah, jika ada yang punya info silahkan hubungi saya di 083815907683. Butuh cepat, terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: