PUJI HARSONO, MERANGKAI SEJARAH DARI KOIN CHINA

Dimuat di KOMPAS Jawa Barat – Jumat, 24 Sep 2004   

    “MAS, kenapa kok orang China banyak sekali di Indonesia?” tanya
Rahmaningrum (34), istri Puji Harsono (46). Pertanyaan sederhana itu
membuat penggemar koin tua ini terusik. Apalagi ketika berkeliling,
Puji menemukan ada banyak koin China di hampir seluruh daerah di
Indonesia.

    KOIN-koin itu ia simpan dan koleksi. Kini koleksinya sudah hampir
satu ton atau sekitar 300.000 keping. Dari koleksi itu, ia makin
tertarik mendalami sejarah China di Indonesia. “Mumpung saya punya
koinnya, tahu sejarahnya, dan masih bersemangat meneliti,” ujar Puji.
    Ia memiliki obsesi tak hanya mengungkap kapan orang China datang
ke Indonesia dan kapan China menyebarkan Islam di Indonesia. Puji
memiliki koin China dari dinasti Sebelum Masehi sampai tahun 1900-an.
Koin-koin itu sebagian besar 90 persen ia dapatkan dari Jawa Timur.
Sisanya, 9,9 persen dari Jawa Tengah dan 0,1 persen dari Jawa Barat.
    “Saya tak tahu kenapa di Jawa Barat hanya ditemukan sedikit koin
China. Padahal, di sana ada Banten yang menjadi pusat perdagangan,”
ujar Puji. Ia menduga koin-koin China di Jawa Barat masih terpendam
jauh dalam tanah karena tertimbun lahar saat gunung merapi di daerah
itu meletus hebat. “Buktinya, candi di Cicalengka saja baru ditemukan
sekarang,” kata Puji.
    Sementara itu, di Jawa Timur-yang memilih pelabuhan sebagai pintu
gerbang perdagangan dengan bangsa lain-koin China mudah ditemukan di
goa-goa atau dari galian tanah para petani.

                                  ***

    PENELITIAN koin-koin China sedang dilakukan. “Semua koin sudah
saya cari asal-usulnya. Tetapi, belum dicatat dan disusun,” kata Puji
yang berharap hasil penelitiannya bisa dibuat buku. Sayangnya, untuk
mewujudkan hal itu, Puji tak punya banyak waktu. “Untuk membuat buku
harus ada keterangan yang lebih detail, sementara saya tak punya
banyak waktu,” ujar Puji. Itulah kenapa targetnya menuliskan hasil
penelitiannya dari koin China belum juga terealisasi.
    Puji yang berdomisili di Bandung itu mengatakan, sebenarnya untuk
penelitian itu, ia ingin sekali meneruskan kuliah di S2 Sejarah,
sayangnya di Universitas Padjadjaran tak ada program S2 untuk sejarah.
    Menemukan uang kuno baru selalu membuatnya bergairah untuk
meneliti. Ia rajin memburu buku yang memuat sejarah uang di arsip
nasional, perpustakaan-perpustakaan, bahkan ke luar negeri. Salah
satu sumber yang banyak membantunya adalah sebuah catatan dari China
tentang Indonesia. Buku itu sudah diterjemahkan dalam bahasa Belanda
dan Inggris. “Untungnya catatan sejarah tentang segala sesuatu yang
terjadi 1.600 Setelah Masehi masih bisa ditemukan,” kata Puji.
    Karena cintanya pada uang juga, Puji mempelajari berbagai huruf
dan bahasa asing. Jangan heran kalau ia begitu fasih membaca angka-
angka yang ditulis dalam huruf Arab, China, dan Jawa Kuno.
    “Tetapi, khusus untuk angka dan huruf China, saya hanya menghafal
karakternya saja. Tetapi, saya tak bisa berbahasa China. Bahasa Arab,
saya bisa sedikit karena pernah belajar waktu sekolah. Tetapi, saya
suka Arab Melayu. Tulisannya lebih bagus,” katanya.
    Sampai saat ini, menurut Puji, jarang ada orang meneliti uang.
Itu sebabnya tak banyak orang mengetahui sejarah uang yang beredar di
Indonesia. Maka, lelaki beretnis China yang beristri orang Melayu ini
bercita-cita membagikan pengetahuannya tentang alat tukar kepada
masyarakat luas. Salah satu jalan yang ditempuhnya adalah melakukan
pameran bertajuk Bandung Filanum 2004 di Gedung Pasarbaru, Bandung,
pada 23-27 September 2004.
    Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Numismatik Indonesia
(ANI), Indonesian Topical Association, Perkumpulan Filatelis
Indonesia. Di ANI, Puji menjabat sebagai wakil ketua.
    Filanum singkatan dari filateli dan numismatika. Filateli adalah
pengumpulan prangko dan benda pos lainnya. Sedangkan numismatika
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang koin, token, uang
kertas, dan alat tukar lainnya, juga medali.
    Bandung Filanum 2004 tidak memamerkan uang dan alat tukar lainnya
dengan informasi mini, tetapi juga menuliskan sejarah uang tersebut.
Rasanya, orang awan yang jarang mengetahui sejarah uang akan
membelalakkan mata ketika melihat koleksi dan membaca sejarahnya.
    Anda mungkin sering mengganti kata rupiah menjadi perak.
Misalnya, saat mengatakan, “Saya cuma punya uang 500 perak.”
Pernahkah Anda bertanya kenapa harus diganti perak? Kenapa tidak emas?
    Pada tahun 1892, Belanda mengeluarkan uang koin dari perak
seharga 1 gulden. Satu gulden berarti satu perak atau satu rupiah.
Mungkin dilatarbelakangi hal itu, kata Puji Harsono, istilah perak
masih dipakai hingga sekarang. Kata pengganti lainnya, seperti
ringgit (2,5 gulden), juga masih dikenal. Namun, ukan (0,5 gulden),
setalen (1/4 gulden), dan ketit (1/10 gulden) mungkin tidak lagi
terdengar.
    Tidak hanya itu, istilah duit, uang, dan dokat sebetulnya sudah
digunakan sebagai nama uang ratusan tahun lalu. Di zaman pendudukan
Belanda pernah beredar uang Doit (1821) dan Doit VOC Utrecht (1790).
Kata uang bisa jadi berasal dari penyebutan nama koin Wang Keteng
tahun 1809.
    Tahun 1700-an juga dikenal ducaton. Satu dukat bernilai 240 doit
atau 300 sen. Mungkin juga kata dokat berasal dari ducaton atau
ukuran uangnya dukat. Tak cuma itu, Anda juga mungkin belum pernah
melihat uang terbuat dari bambu pipih seperti gagang es krim.
    Uang itu adalah token atau mata uang yang beredar hanya di
wilayah tertentu. Token dari bambu itu hanya beredar di perkebunan
Tjirohani, Sukabumi. Di bagian muka dan belakangnya ditulisi acht 8.
Nilainya 8 sen. Token ini dibuat sekitar tahun 1870 sampai 1885.
    Salah satu alasan token ini dibuat adalah untuk mencegah para
buruh perkebunan kabur dari perkebunan setelah mendapat upah. Karena
selain di wilayah perkebunan, uang bambu itu tak bisa digunakan di
wilayah lain.
    Ada juga uang dari kain tenun dari Kerajaan Buton, Sulawesi. Uang
sepanjang telapak tangan dengan lebar empat jari seorang menteri
besar itu beredar sekitar tahun 1597 hingga 1940. Ukuran uang ini
selalu berubah tergantung pada panjang pendeknya menteri besar yang
menjabat saat itu. Setiap menteri besar berganti, token kain pun
berubah.
    Puji mengoleksi koin-koin kuno dari dalam dan luar negeri yang
pernah beredar di Indonesia. Perdagangan di masa lalu juga mengenal
pertukaran uang. Orang China atau orang dari luar tanah Jawa
menukarkan uangnya di money changer. (Y09)   

Foto:
Kompas/Yenti Aprianti

PUJI HARSONO – Selain sebagai penggemar dan peneliti koin tua, ia
juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Numismatik Indonesia (ANI).

~ oleh warungminum pada Mei 27, 2008.

33 Tanggapan to “PUJI HARSONO, MERANGKAI SEJARAH DARI KOIN CHINA”

  1. maaf mau tanya klo 25 token itu termasuk mata uang pa g?

  2. waktu wawancara dgn pak Puji, beliau mengatakan demikian. Token mata uang yang beredar di wilayah tertentu saja. Seperti token dari bambu yang hanya beredar di perkebunan Tjirohani, Sukabumi. Jika mas memiliki info lebih ttg token, boleh ya mas diinfokan di blog ini. Terima kasih…

  3. maaf mau tanya? kalau koin kuningan gambar depannya kapal, gambar belakang angka 25 dan dibawahnya tulisan token, apa itu termasuk mata uang yang pernah beredar di indonesia. sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  4. mungkin bisa tanya ke ANI ya pak/mas. alamatnya di jlt runojoyo 60 Bandung, Indonesia. tlp 022 4234494. Kalo tak salah, Asosiasi Numismatik Indonesia (ANI) juga terbuka keanggotaannya.

  5. mau tanya, berapa harga rata-rata koin VOC tahun 1790 kondidi 80% baik?

  6. MO DIJUAL (SILAHKAN MELAKUKAN PENAWARAN KE shariwoelan@yahoo.com
    -Koin Nederlandsch Indie 1898 2.5 cent 1 bh
    -Koin Nederlandsch Indie 1826 1/4 cent 4 bh
    -VOC 1766 (ukuran kecil) lambang VOC 1bh
    -Island Sumatera 1804 (lambang 2 bh patung singa) 1 bh
    -Koin Berlambang Ayam Bertuliskan Arab 1237 1bh
    -Koin Kiang-Nanten Cash Berlambang Naga 1 bh
    -Koin British North Borneo 1889 1 cent 1bh

  7. Saya menjual koin china ukuran 2,5×2,5 cm
    berlubang kotak di tengahnya, tampak depan dan belakang berupa huruf cina. Harga Rp. 5,000 per keping. Jika ada yang berminat.. hub. Bp. pande di 08123605049

  8. saya punya pedang&patung yang disusun koin kuno cina seperti pak puji
    bila meminati silahkan hubungi (022)6016498 atau (022)92764037
    ditunggu

  9. saya punya pedang&patung yang disusun koin kuno cina seperti pak puji
    bila meminati silahkan hubungi (022)6016498 atau (022)92764037
    ditunggu

  10. Yang benar 1/10 gulden itu “ketit” atau “ketip”?

  11. mau nanya nich saya punya coin jawa kuno yang bergambar semar tetapi berbeda dengan yang ada di pasaran,trus saya harus jual dengan harga brapa ya

  12. rigo kalu ikutkan harga dimalysia saya selalu membelinya dengan harga rm100..kalu mahu dimaharkan silakn saya menerimanya sebagai persahabatan.kos pengeposan bisa saya tanggung.wak_khenak@yahoo.com.my

  13. Adik saya menemukan koin uang Belanda berusia 125an tahun. Jika ada yang berminat untuk membeli, dapat menghubungi saya, Afie di 0811984770.

  14. kenapa nyari katalog coin china{gobog}versi bahasa indonesia sangat susah,apa memang nggak pernah dicetak ya.

  15. saya ada koin voc th 1878, mau di jual kira-kira bisa laku berapa ya ? thanks

  16. saya ada koin voc th 1878, mau saya jual. kira-kira bisa laku berapa ya?, thanks

  17. saya memiliki beberapa uang kuno,diantaranya 2 biji uang logam 1/10 G tahun 1858, 1 biji uang logam 1/10 G tahun 1920, uang logam 1/4 G th 1930, uang logam 1/4 sen tahun 1945, puluhan uang logam 5 sen (uang berlubang tengah) berbagai tahun, uang kertas 100 rupiah gambar diponegoro tahun 1952, 5 lembar uang kertas 5 rupiah seri bunda tahun 1959, uang kertas 50 sen tahun 1964, uang kertas 500 rupiah tahun 1988, uang kertas 10 rupiah gambar diponegoro tahun 1968, uang kertas 5 rupiah gambar monyet tanpa tahun, uang kertas 100 rupiah gambar diponegoro tahun 1952, uang kertas 50 rupiah gambar wayang tahun 1952, uang kertas 10 rupiah tahun 1952.
    Bagi yang berminat,hubungi 6285742012964 atau denisdaiz@yahoo.co.id

  18. mas saya mau jual koin koleksi saya ada sekitar 300 koin lebih ,dari berbagai negara,kalo tertarik bisa hub saya hadi 021-94380172 0813-8013 0424 trims

  19. mas saya mau jual uang koleksi saya ada sekitar 300 koin dari berbagai negara, kalo tertarik bisa hub,saya hadi 021-94380172 0813-8013 0424 trims

  20. saya ada uang koin naga perak ada tlsan china belakangnya,dpnnya ada gambar naga satu ekor, saya dapat waktu gali-gali tanah waktu cari cacing buat mancing, 085750007660 kalau ada yg mau saya mau jual.

  21. saya mau jual koleksi uang kuno saya, uang logam dan uang kertas, kalau ada yg berminat, bisa hubungi saya di 085697411001..
    terima kasih

  22. saya punya uang kertas 1 rupiah tahun 1956 dan uang kertas 5 rupiah, 10 rupiah tahun 1959, serta uang koin kuningan nederland indie 2,5 cent tahun 1945, siapa yang mau beli silakan hubungi saya di aqua_geto@yahoo.co.id. terimakasih.

  23. saya punya 1 keping koin china tahun 21 (kepala gambar sun zhong san ) utk dijual. apakah anda berminat utk beli?

  24. Saya ada uang usd 1jt tahun 1928, apakah pak puji berminat? ƘƖ☺ berminat bisa hubungi sy 0811548727.

  25. 1 cent 1901 nederlandsch indie, coin naga (depan naga dan angka 10 dikakinya) (belakang aksara cina ?) 081212115114

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: