ASING, JURUSAN PEKERJAAN SOSIAL

Kompas, 28 mei 2007 
Justru Dibutuhkan Dalam Hubungan Antarmanusia

Bandung, Kompas
    Tak banyak orang mengenal Jurusan Pekerjaan Sosial. Jurusan
tersebut memang terbilang langka diajarkan di tingkat pendidikan
menengah di Indonesia. Di Jawa Barat, hanya ada satu sekolah menengah
kejuruan pekerjaan sosial. Kebanyakan anak muda masih asing dengan
jurusan “langka” ini.
    Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 15 Kota Bandung merupakan
sekolah yang ditunjuk pemerintah melaksanakan pengajaran pekerjaan
sosial tersebut sejak tahun 1991 menggantikan Sekolah Guru Olahraga
Kota Bandung.
   Rostina (16), seorang siswi yang ditemui di Pasar Buku Palasari,
Kota Bandung, mengaku tidak mengetahui bahwa di Kota Bandung terdapat
sebuah sekolah yang memberikan pendidikan pekerjaan sosial. Ia juga
belum banyak tahu mengenai bidang pekerjaan sosial. Menurut dia,
pekerjaan tersebut bukan profesi karena dilakukan sukarela tanpa honor. 
    Erna Ratnasih, Kepala SMKN 15 Kota Bandung, mengatakan, sebagian
besar masyarakat menilai pekerja sosial bukan bidang profesi.  
Pekerjaan itu sukarela atau tanpa gaji. Itu sebabnya, sejak awal perlu
kerja keras memperkenalkan sekolah tersebut karena profesi pekerja
sosial belum banyak diketahui masyarakat.
    Para guru pun banyak yang belum memiliki wawasan memadai pada
bidang tersebut. Beruntung setiap tahun pemerintah mengadakan
pelatihan dan penataran bagi para guru sehingga mereka bisa menambah
wawasan di bidang tersebut.
    Meski demikian, hingga berjalan 16 tahun, masih banyak warga
masyarakat yang belum mengetahui bidang pekerjaan sosial. Setengah
dari calon siswa yang masuk biasanya termasuk kategori orang yang
betul-betul tidak paham apa itu bidang pekerjaan sosial. Hanya 50
persen yang sudah tahu dan memilih jurusan tersebut karena berminat.

Justru dibutuhkan
    Menurut Erna, Jurusan Pekerjaan Sosial merupakan bidang yang
dibutuhkan masyarakat di bidang apa pun. “Di rumah sakit, di sekolah,
di industri, dan lembaga lainnya pekerja sosial tersebut dibutuhkan,”
ujarnya.
    Namun, khusus di industri, masih belum banyak yang mempekerjakan
pekerja sosial. Padahal, karyawan yang sering terlambat datang bisa
diatasi masalahnya oleh pekerja sosial. “Pekerja sosial itu bisa
dikatakan semacam psikolog,” kata Erna.
    Saat ini lulusan SMKN 15 yang bekerja di bidangnya masih berkisar
20 persen. Pada tahun 2006, lulusan yang bekerja sesuai dengan bidang
hanya 23, 26 persen. Yang bekerja di luar bidangnya sekitar 48,06
persen, sedangkan sisanya melanjutkan sekolah dan melakukan kegiatan
lain.
    Ida Farida (47), guru SMKN 15 yang awalnya guru senam di SGO Kota
Bandung, mengaku mencintai bidang tersebut setelah memahaminya. Ia
optimistis pada masa depan makin banyak masyarakat, industri, dan
lembaga yang merasakan pentingnya peran pekerja sosial. (ynt)

~ oleh warungminum pada Juni 13, 2008.

2 Tanggapan to “ASING, JURUSAN PEKERJAAN SOSIAL”

  1. Lowh memang ada yaw SMPS di Bandung..?

    Kok mereka ga ada yang masuk di STKS..?

    Waduh, perlu sosiallisasi lagi nich..

  2. ada mas. Sekolah tersebut berada di seberang gedung Danareksa Jl Asia Afrika, Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: