AYAM PEMINUM JAMU

Kompas, 2 juli 2005

    Ayam ini sering dijuluki ayam seksi sebab hanya mempunyai bulu
sedikit sehingga kulit tubuhnya terlihat di sana-sini. Usianya baru
dua minggu.

    Kelak ketika usianya mencapai satu bulan, baru bulu-bulu lebat
menyelimuti tubuhnya.
    Setiap ayam hidup dengan ayam-ayam seusianya dalam sebuah kandang
berpagar kawat. Ayam-ayam ini tidak divaksin dan tidak disuntik
hormon biar cepat besar. Sehari-hari ayam-ayam ini juga rajin minum
jamu dan makan pakan dari tumbuh-tumbuhan. Itu sebabnya ia disebut
ayam organik. Karena makanannya itu, ayam ini punya rasa asin dan
manis alami.
    Eddy Soekwanto, peternak ayam organik, memulai bisnis beternak
dan memasarkan ayam organik pada Desember 2004. Ia membeli lisensi
dari Taiwan sebagai pengembang pertama ayam organik. Ayam organik
dikembangkan di Taiwan pertama kali oleh ahli pertanian, bukan
peternakan. Para ahli di sana mengembangkan bubuk ramuan semacam jamu
dari tumbuh-tumbuhan. Eddy menambahkan ramuan lain dalam bentuk
bubuk, yaitu kunyit, jahe, dan tembakau.
    Dengan ramuan tersebut, stamina ayam terjaga sehingga bisa
berkembang dengan baik tanpa perlu disuntik hormon dan divaksin.
    Apa bedanya ayam organik dengan ayam kampung yang berkeliaran
mencari makan? Biasanya kini ayam-ayam kampung divaksin agar
terhindar dari berbagai penyakit.
    Di Taiwan, peternakan ayam organik tidak berkembang dengan baik.
Sebab, untuk mengembangkan ayam ini, salah satu syaratnya adalah
kandangnya tidak boleh diisi oleh lebih dari seribu ayam.
    Eddy yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pelaku Agrobisnis
Organik Cabang Jawa Barat ini melihat peluang mengembangkan bisnis
ayam organik di Indonesia karena negeri ini memiliki lahan yang luas.
Kandang ayam organik cukup ketat persyaratannya. Karena tidak
divaksin, kandang ayam harus memiliki sirkulasi udara yang sangat
leluasa agar gas-gas yang ditimbulkan dari kotoran ayam tidak
terhirup oleh ayam-ayam yang hidup di kandang. Gas dari kotoran jika
dihirup terus-menerus akan berubah menjadi racun yang bisa mematikan
bagi ayam-ayam tersebut.
    Untuk menjaga kelembaban dan kebersihan dalam kandang, selain
diberi beberapa lampu, lantai kandang dibuat dari tanah dan pasir
yang ditutup sekam. Makanan dan minuman digantung setinggi kemampuan
ayam-ayam menggapai makanannya. Setiap hari ayam-ayam meminum minuman
yang sudah diberi bubuk jamu khusus ayam dan makan makanan berprotein
tinggi seperti jagung, tepung ikan, dan kedelai. Menurut Eddy, ayam-
ayam ini tahan terhadap virus flu burung.
    Di peternakannya di kawasan Dayeuhkolot, Bandung, Eddymemelihara
400 ekor ayam dalam kandang berukuran 9 x 4 meter. Kini ia sudah
memiliki belasan kandang. Ia tengah membangun beberapa kandang
lainnya untuk meningkatkan produksi.

Seukuran burung dara
    Ayam berusia dua minggu bisa dipasarkan sekitar 7.500 ekor per
bulan. Ukuran tubuhnya yang sebesar burung dara menyebabkannya ia
laku sebagai burung dara. “Burung dara kan sulit dicari. Kadang ada,
tetapi sering juga tidak ada. Itulah sebabnya ayam ini dijadikan
pengganti burung dara,” tutur Eddy Soekwanto.
    Eddy menjual ayam berukuran 200 gram, 300 gram, 500 gram, dan 900
gram. Ayam organik yang dikembangkan Eddy berasal dari ayam usia
sehari jenis broiler. Namun dengan pemeliharaan khusus, terutama soal
makanan dan minumannya, ayam ini tumbuh menjadi ayam organik.
    Setelah melalui pemeriksaan di Dinas Peternakan Jawa Barat, ayam
organik memiliki protein lebih tinggi dari ayam kampung. Pada setiap
100 gram ayam organik mengandung 63,10 gram protein, 47,80 gram air,
dan 15,26 gram lemak. Sementara dalam 100 gram ayam kampung
mengandung 18,20 gram protein, 55,90 gram air, dan 25 gram lemak.
    Lemak jenuh ayam organik berada di bawah ikan. Pada 100 gram ikan
terdapat 0,16 hingga 3,22 gram lemak jenuh, sementara di dalam 100
gram daging ayam terdapat 1,15 gram lemak jenuh.
    “Ayam ini tidak anyir, warna dagingnya kemerahan, serta serat
dagingnya halus dan gurih. Dia punya rasa alami, yaitu dagingnya
sedikit asin,” kata Eddy.
    “Saat ini saya sedang kembangkan pasarnya dulu. Nanti ketika
pasarnya makin luas, para peternak kecil bisa bekerja sama,”
tambahnya.
    Ayam ini bisa menghasilkan telur lebih dari 200 butir per tahun.
Setelah berhasil, telur ayam ini mungkin punya rasa asin dan manis,
seperti ayam- ayam organik yang dikembangkan Eddy.(Yenti Aprianti)

~ oleh warungminum pada Juni 13, 2008.

6 Tanggapan to “AYAM PEMINUM JAMU”

  1. Pak Eddy, saya terkesan dgn usaha ayam organiknya, ayam2 kampung saya jg diberikan air jamu, dan ternyata memang daya tahan tubuhnya lbh kuat. Blh saya minta alamat lengkap bpk di bandung dan apakah bpk jg menjual bibit ayam? umur brp? trm ksh

  2. ayam sehat ya ayam organik

  3. Pak Eddy, saya baru tahu ayam Organik dari tulisan bapak buat dan saya sangat terkesan. Apa yang bapak lakukan saya ingin mencoba di Bali, Boleh saya dapat alamatnya Bapak dan bagaimana caranya saya mendapatkan bibit ayam Organik. terima kasih

  4. pak eddy saya tertarik untuk mengembangkan ayam organik ( peminum jamu). jenis jamu apa yang bisa saya gunakan untuk ayam saya, dan kalo ada ramuan jamu instan dimana saya bisa dapatkan? tolong di beri alamatnya. trm ksh

  5. jamunya apa pak, apa bs racik sendiri atau bs beli dimana saja

  6. setelah saya baca artikel tentang ayam organik yang pak eddy uraikan,saya sangat amat tertarik ingin sekalli memelihara ayam organik karena ayam organik lebih tahan terhadap penyakit dan punya harga yang amat tinggi.
    yang saya ingin tanyakan kepada pak eddy,apakah ramuan jamu yang ada pada ayam organik harus menggunakan tembakau?dan tolong kirimkan alamat lengkap pak eddy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: