BAHAYA ROKOK DARI UJUNG KEPALA HINGGA KE KAKI

Kompas, 31 Mei 2006

 
Konsumsi Rokok Terus Meningkat di Negara Berkembang

Bandung, Kompas
    Rokok mengandung 4.000 zat kimia beracun. Bahan beracun itu
menimbulkan bahaya mulai dari kepala hingga kaki. Tidak hanya
merugikan kesehatan, rokok juga bisa merugikan dalam segi ekonomi.
Untuk menghindari semua itu caranya gampang, berhenti merokok.
    Menurut Dr Azril Hasan, dokter spesialis paru Rumah Sakit Paru Dr
HA Rotinsulu, Bandung, Selasa (30/5), asap rokok mengandung 92 persen
komponen gas kimia dan 8 persen bahan padat atau partikel dalam
bentuk aerosol yang terbentuk dari pembakaran tembakau.
    Zat kimia yang populer dari rokok adalah tar dan nikotin. Tar
mengandung bahan karsinogen sebagai pemicu kanker, sedangkan nikotin
adalah zat adiktif yang menimbulkan kecanduan. Asap rokok menyebabkan
turunnya kekebalan tubuh. 
    Organ paru merupakan pintu masuk dan keluarnya udara ke dan dari
dalam tubuh. Zat-zat beracun yang masuk ke dalam paru menyebabkan
iritasi. Suplai zat beracun yang terus-menerus diberikan pada paru
akan mengakibatkan berkurangnya fleksibilitas paru. Akibatnya, ketika
menghirup napas, paru mengembang dan udara masuk, tetapi tidak bisa
mengempis lagi saat hendak mengembuskan udara ke luar tubuh. 
    Padahal, ujar Azril, udara yang masuk membawa oksigen untuk
metabolisme. Sisa metabolisme berupa racun harus dibuang. Namun,
karena elastisitas paru terganggu, racun terjebak dalam paru. Oleh
karena itu, terjadi sesak napas dan timbul banyak lendir.
    “Gangguan di paru menyebabkan tubuh menghasilkan zat mediator
untuk mengatasi gangguan benda asing. Tetapi, pada perkembangannya
zat tersebut malah merusak sel sehingga daya tahan turun dan rentan
infeksi,” kata Azril.  
    Lalu lintas oksigen yang terganggu masuk ke dalam tubuh
menyebabkan perokok tidak dapat menghirup oksigen. Pasalnya, suplai
gizi yang dibawa oleh darah ke seluruh organ tubuh terganggu. Itu
sebabnya rokok dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dari kepala
hingga kaki.

Terus meningkat
    Zat karsinogen dalam rokok jika masuk terus pada tubuh seseorang
akan mengakibatkan mutasi gen yang berupa kanker. “Pertumbuhan sel 
lebih cepat dari normal. Akibatnya, bentuk sel lebih besar dari
biasanya. Sel yang lebih besar membutuhkan nutrisi yang lebih banyak.
Akibatnya, nutrisi untuk organ lain diserap oleh sel abnormal itu.
Kanker bisa menjalar pada organ lain,” tutur Azril.
    Penyakit hambatan aliran napas atau penyakit paru obstruktif
kronik (PPOK) saat ini makin meningkat. “Sebanyak 20 persen perokok
akan menderita PPOK, sementara seluruh penderita PPOK adalah
perokok,” ujarnya.
    Konsumsi rokok menurun tajam di negara maju, tetapi meningkat di
negara berkembang. Besarnya bahaya yang ditimbulkan oleh rokok
menyebabkan negara dan masyarakat harus terus mempromosikan bahaya
dan imbauan untuk hidup tanpa rokok. Hal tersebut tidak hanya berlaku
pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei.
    “Menurut penelitian Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3),
petugas kesehatan dan mahasiswa kedokteran belum menjadi teladan
dalam perilaku tanpa rokok. Pekerja medis harus menjadi model dan
pendidik untuk tidak merokok,” katanya.
    Menurut Direktur RS Paru Dr HA Rotinsulu, Dr Edi Sampurno, jumlah
penderita penyakit paru akibat merokok terus meningkat. (ynt)

~ oleh warungminum pada Juni 13, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: