BANYAK RUMAH JENGKI DI BANDUNG

Kompas, 8 Maret 2007

 

Bandung, Kompas
    Banyak rumah dan bangunan berarsitektur jengki di Kota Bandung.
Gaya arsitektur ini adalah karya arsitektur orang Indonesia yang
pertama setelah perginya kolonial Belanda. Karena itu, karya ini
sering disebut sebagai arsitektur dengan semangat kemerdekaan. Belum
ada upaya untuk melindungi karya arsitektur ini.
    Menurut Tubagus Adhi, peneliti arsitektur jengki, di Bandung, Rabu
(7/3), bangunan rumah tinggal maupun bangunan publik berarsitektur
jengki merupakan karya arsitektur awal orang Indonesia dan Indo-Belanda.
    Sebagian besar mereka lulusan STM dan menjadi aannemer atau
kontraktor yang membangun. Mereka sekaligus merancang bangunan setelah
para arsitek Belanda kembali ke negaranya.
    Jengki berasal dari kata yankee atau warga negara New England di
Amerika. Model jengki memiliki ciri khas, yaitu meruncing ke bawah.
    Maka, rumah jengki pun memiliki ciri, dindingnya miring di kedua
sisinya dan meruncing ke bawah. Dinding biasanya dibuat mural atau
kerancang yang berfungsi sebagai ventilasi.
    Ventilasi bangunan jengki amat bervariasi. Ada yang berbentuk
lingkaran, segi lima, atau setengah lingkaran dengan tutupan. Pada
jendela atau pintu ada pelipit, atau bingkai dari tembok yang tebal
berbentuk kotak dengan sisi kiri dan kanan berbentuk segitiga.
    Pintu pagarnya sering kali berornamen dua garis diagonal membentuk
segitiga. Jendelanya berengsel di tengah, dan biasanya dibagi menjadi
sembilan lembar dalam satu bingkai.
    Di Kota Bandung rumah jengki ditemukan di Jalan Hasanudin, Jalan
Tamansari, Jalan Simpang Dago, Jalan Supratman, Jalan Brigjen Katamso,
dan beberapa tempat lain. Adapun gedung yang berarsitektur jengki,
antara lain Gedung Bank Mandiri dan Gedung Guru Besar ITB di Jalan
Surapati, Gedung Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan Gedung Radio
Republik Indonesia di Jalan Diponegoro, serta Gedung Balai Bidan di
Jalan Makmur.
    “Arsitektur jengki ditemukan hampir di seluruh Indonesia,” kata
Adhi. Bangunan gaya arsitektur jengki juga ditemukan di Soreang,
Padalarang, Sumedang, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
    Di beberapa kota tersebut rumah dan bangunan jengki dibangun pada
tahun 1950 -1960. di Sumatera tahun 1970-1980-an masih ada yang
membangun langgam ini.
    Ketua DPRD Kota Bandung Husni Muttaqin, yang menempati rumah
jengki di Jalan Tamansari, mengaku tidak mengetahui sejarah rumah
dinas yang ditempatinya kini. “Tapi saya merasa rumah tersebut unik,”
ujarnya.
    Keunikannya terutama karena mural di dinding depan rumahnya.
“Kelihatannya rumit, apalagi di dalamnya ruangan tidak rata. Ada yang
di lantai satu dan lantai dua. Halaman belakangnya lebih luas dari
halaman depan,” ujar Husni.
    Menurut Husni, gaya arsitektur yang unik dan bernilai sejarah
sebaiknya diperkenalkan di sekolah. Arsitektur yang memiliki nilai
penting harus dipelihara pemerintah. (ynt)

~ oleh warungminum pada Juni 13, 2008.

8 Tanggapan to “BANYAK RUMAH JENGKI DI BANDUNG”

  1. LENGKAP,TAPI KURANG GAMBAR CONTOHNYA…
    TERUTAMA PERKEMBNGAN RUMAH JENGKI
    THX

  2. senang masalah arsitektur y mbak? Hari ini saya pajangkan foto rumah jengki awal. Kalau mbak di Bandung bisa hubungi Bandung Heritage. Di sana ada Tubagus Adhi yang pernah meneliti Jengki. Mungkin bisa sekalian jalan2 lihat perkembangan jenkinya, seperti bangunan milik ITB di Jl Dipati Ukur Bandung, dan rumah jengki yang dimodifikasi dengan bentuk lain pada bangunan sebuah Lembaga Bimbingan Belajar di Jl Taman Sari, Bandung. Kalo sudah jalan2, cerita di sini y….:)

  3. thx udah ditanggapi
    ya,sya tertarik dengan perkemdangan rumah jengki,sekarangkan udah langka!
    tubagus adhi ad almat web ga?ato email gtu?
    ya kapan2 ak maen kbandung!thx…………:)

  4. nanti ya mbak, aku tanyain dia dulu.

  5. Di Medan juga banyak bangunan jengki terutama untuk bangunan tempat tinggal. Kebetulan tugas seminar saya waktu kuliah di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Medan berjudul Perkembangan Arsitektur Jengki di Kota Medan. Bahkan dari hasil penelitian yang saya dan rekan2 lakukan waktu itu kami jumapai bangunan yang dibangun pada tahun 1957 sekaligus “arsiteknya” dan hingga kini masih ditempati oleh penghuninya. Pada umumnya pemilik rumah jengki ini adalah orang kaya pada waktu itu. Penyebarannya hampir merata di seluruh kota medan, sayangnya masih belum ada keinginan pemko untuk melindunginya meskipun Badan Warisan Sumatera telah berulang kali melakukan upaya2 ke pemerintah kota.

  6. asslm. Mbak sy mahasiswa s2 ars UNIBRAW malang. Tertarik dgn ars jengki. Sy jg mengambil tesis tentang ars jengki, terutama seputar kota malang. Mbak punya referensi berkaitan dengan ars jengki?

  7. asslm. Mbak sy mahasiswa s2 ars UNIBRAW malang. Tertarik dgn ars jengki. Sy jg mengambil tesis tentang ars jengki, terutama seputar kota malang. Mbak punya referensi berkaitan dengan ars jengki? terima kasih banyak sebelumnya

  8. apakah saya bisa mendapaatkan referensi artikel penelitian tentang jengki, baik yang di Medan ataupun di Bandung? Karena saya juga tertarik dengan Jengki dan saya berdomisili di Semarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: