BATIK DI MANA-MANA

Kompas, 7 Juni 2008

BATIK DI MANA-MANA
                           Oleh Yenti Aprianti

    “Saya suka motif batik yang bunga-bunga biru tua. Ada, Pak?” tanya
seorang perempuan setengah baya di Pasar Baru, Kota Bandung, sambil
memilih blus batik seharga Rp 30.000-an.
    Dalam pameran seni Cirebon, awal Mei lalu di Taman Budaya Jawa
Barat, Kota Bandung, produk batik Cirebon seharga Rp 50.000 hingga
ratusan ribu rupiah diserbu pembeli. Mereka sengaja datang berbelanja
kain batik beraneka motif. Tak hanya selembar, bahkan ada pembeli yang
memborong hingga jutaan rupiah. Batik yang dibeli tak sekadar untuk
oleh-oleh bagi keluarga, tetapi juga untuk dijual kembali di kota lain.
    Pada pameran di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, akhir Mei,
sebagian besar pemilik stan menjual pakaian batik. Pakaian batik yang
ditawarkan rata-rata berharga lebih dari Rp 100.000 per potong. Selang
sepekan ada lagi pameran kriya. Lagi-lagi stan batik diserbu pembeli.
Ya, inilah masanya. Masa batik telah tiba. Batik kini bisa dipakai
kapan pun, ke mana pun, oleh siapa pun.
    Seorang perempuan muda mengombinasikan atasan batik sederhana
dengan celana pendek memasuki restoran. Seorang mahasiswa mengenakan
baby doll motif batik yang dipadu dengan denim. Lainnya, sekelompok
ibu, menggunakan atasan batik yang panjangnya selutut dikombinasi
dengan celana panjang atau legging.
   “Saya menyenangi batik soalnya modelnya lucu-lucu,” ujar Eny Ali
(36), ibu rumah tangga dengan dua anak. Sebelum tren batik menggejala,
Eny merupakan salah seorang yang selalu berpikir bahwa batik itu kuno.
  “Tetapi, setelah saya lihat di televisi, banyak orang pakai batik
dengan model yang berbeda-beda, saya baru sadar batik ternyata lucu
juga ya,” ujar Eny.
    Dita (24) mengaku awalnya tak perhatian terhadap batik. Namun,
kini ia senang melihat motif-motif batik meskipun belum mengenal
nama-namanya. “Saya senang pada motif-motif batik klasik dan ingin
membuatnya jadi pakaian trendi,” kata perempuan yang mendesain bajunya
sendiri.
    Hasilnya, sebuah baju tanpa lengan dengan panjang di atas lutut.
Motifnya parang barong. Sebagai catatan, pada batik Jawa saja, ada
lebih dari 1.800 motif. Belum lagi motif-motif batik dari daerah lain
seperti Cirebon, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, dan Banten.

Dipasarkan di Eropa
    Rana Laksmi (49) tampak sangat memerhatikan perkembangan batik.
Siang itu, ia menggunakan batik dengan kapucong yang membuat
penampilannya jauh lebih muda daripada usianya. Pengusaha retail
waralaba ini mengaku biasa menggunakan batik. Apalagi, di masa
mudanya, sekitar tahun 1976, batik juga sempat ngetren di kalangan
anak muda.
    Riana R Iswahjudi bekerja sama dengan tiga rekannya menjalankan
usaha debatiqbutiq. Selain memasarkan batik di Jakarta, Riana yang
tinggal di Jerman juga mencoba memasarkan kepada teman-temannya di
Eropa. Riana juga sering sengaja memakai motif batik klasik saat
hendak berpergian dengan trem. Banyak orang meliriknya, mungkin
mengagumi keindahan motif pakaiannya. “Batik berseni dan coraknya
unik, terlihat apik dipadupadankan jika kita pintar mendesainnya,”
kata Riana.
    Fitryani Lestari (27), Kepala Produksi Batik Hasan, mengaku,
pertengahan 2008 ini penjualan batik tengah di puncak. Penggunaan
bahan baku sampai dua kali lipat dari biasanya karena peminat makin
banyak. Batik Hasan yang selama ini memfokuskan diri menyosialisasikan
batik kepada kalangan muda memberikan banyak pilihan warna dan motif.
    “Selain yang klasik, kami juga mengembangkan motif kasual dan
batik colourful,” ujar Fitryani. Batik diaplikasikan pada pakaian
sampai sepatu. Pada masanya, batik ada di mana-mana.

~ oleh warungminum pada Juni 13, 2008.

Satu Tanggapan to “BATIK DI MANA-MANA”

  1. btw, kalo lagi cari kain dan bajubatik yang murah dan hargA grosir, bisa tengok Batik Athifa ya.. murah2 kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: