BELAJAR DARI CIBAGO MEMBERANTAS BUTA AKSARA

Kompas, 20 Nov 2005

BELAJAR DARI CIBAGO MEMBERANTAS BUTA AKSARA

    …Jalan butut sapanjang ka Cibago/Taringgul batu jeung gawirna
lungkawing/Nanjak mudun mapay-mapay totoang/Jalan sarepi ojek hese
panumpang….
    Begitulah wajah Kampung Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak,
Kabupaten Subang. Jalan menuju desa itu jelek dan berbatu. Lirik di
atas dibuat Idang Tatang Soemantri, pamong belajar Balai Pengembangan
Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLS) Regional II Jayagiri. Lirik
ini biasa dinyanyikan puluhan peserta belajar di Pusat Kegiatan
Belajar Masyarakat (PKBM) Kandaga Mas di Kampung Cibago.
    Menurut Idang, banyak masyarakat di Kampung Cibago tidak sekolah
atau putus sekolah karena jarak kampung ke sekolah sekitar 7
kilometer. Diperlukan waktu 2,5 jam berjalan kaki. 
    Begitu terpencilnya kampung tersebut, jarang ada warga
keluar-masuk kampung. Dari Jalan Raya Cisalak, warga harus berjalan
kaki atau naik ojek Rp 6.000-Rp 10.000.
    Sekitar 80 warga Kampung Cibago buta huruf. Sebagian besar berusia
lebih dari 15 tahun. Namun, mereka memiliki keinginan tinggi untuk
bisa membaca dan menulis. Tutor pun didatangkan supaya warga belajar
di PKBM Kandaga Mas. Mereka membangun sendiri gedung PKBM.
    “Sederhana saja, kayak kandang sapi,” ujar Taryudin, tutor yang
sekolah hingga kelas dua SMP.
    Menurut Taryudin, hampir setiap hari ada warga yang belajar.
Ibu-ibu biasanya belajar sambil membawa anak mereka. Agar para ibu
cepat belajar, biasanya pengenalan huruf dilakukan dengan bahasa
setempat dan kegiatan keterampilan. “Kalau hanya belajar aksara,
cepat bosan,” tuturnya.
    Orang tua yang awalnya tidak peduli pada pendidikan anak-anak kini
ingin anaknya sekolah. “Sekarang meskipun tidak punya uang, mereka
berusaha menyekolahkan anak,” kata Taryudin.
    Setelah bisa membaca, menulis, dan berhitung, banyak ibu-ibu
Cibago yang meminjam buku mengenai keterampilan memasak, yang bisa
menambah pendapatan keluarga. Kini pendidikan keaksaraan melihat ke
Cibago, yang  masyarakatnya makin berdaya. (Yenti Aprianti)

~ oleh warungminum pada Juni 13, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: