BENCANA ALAM DAPAT PENGARUHI TREN FASHION

Kompas, 28 Juli 2006  

     Gaya Hidup
    

Bandung, Kompas
    Bencana yang banyak dialami  masyarakat Indonesia, termasuk
bencana gempa dan tsunami di Pangandaran, bisa memengaruhi tren
fashion beberapa tahun mendatang.
    Suasana duka bisa dilupakan dengan cara menampilkan berbagai
warna, corak, dan desain pakaian yang ceria.
    “Ketika terjadi tsunami di Aceh, para desainer di Jakarta
memperagakan busana yang diilhami bencana tersebut,” kata Herman    
Jusuf, dosen Program Studi Kriya Tekstil dan Mode  Sekolah Tinggi
Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI), Kamis (27/7).
    Sebelum tsunami, tidak banyak orang yang mengangkat budaya Aceh
dalam fashion. Sebelumnya, yang banyak diangkat adalah batik dari
Jawa dan tenun dari Nusa Tenggara. Dengan adanya tsunami, perancang
seolah diingatkan untuk menggali lagi kekayaan budaya dari berbagai
tempat, terutama di Aceh.

Pembangkit semangat 
    Dari segi psikososial, fashion juga berfungsi sebagai pembangkit
semangat. Fashion memiliki fungsi estetis dan dekoratif sehingga
membuat orang yang mengenakannya menjadi cantik.
    Fashion juga bisa menghibur diri sendiri dan orang lain. “Orang
banyak melakukan usaha menghibur melalui fashion, namun mereka tidak
menyadarinya,” kata Herman. 
    Menurut Riska Rosmiati, mahasiswa Jurusan Kriya Tekstil STISI
Kota Bandung, menganalisis tren fashion merupakan salah satu mata
kuliah yang menarik.
    Untuk menganalisis, perancang harus melihat kondisi masyarakat
setahun sebelumnya dan perkembangan kondisi itu selama setahun.
Analisis bisa berdasarkan kondisi politik, sosial, ekonomi, dan
lainnya. 
    “Jika tahun ini banyak bencana, mungkin pada tahun 2008
masyarakat membutuhkan hiburan agar bisa bersemangat untuk bangkit
dari keterpurukan,” papar  Riska.
    Ia juga mengingatkan, “Dengan memahami kondisi klien, fashion
stylist bisa menolong seseorang untuk lebih bahagia. Dalam lingkup
masyarakat luas, hal itu pun bisa dilakukan oleh dunia fashion,”
kata Riska.
    Menurut dia, tren fashion bisa diterima dengan mudah di
masyarakat kota yang bersifat lebih terbuka.
     “Namun, untuk kepentingan membantu membangkitkan semangat dan
menghibur, sebetulnya fashion bisa dikembangkan di semua tempat
dengan baik,” ujar Riska. (YNT)

~ oleh warungminum pada Juni 14, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: