BERTUALANG DALAM BUAIAN HAFLINGER

Kompas, 22 Maret 2008

                         
    Tubuh mungil membuatnya lincah bergerak di medan berat. Meskipun
kapasitas mesin hanya 700 cc, tenaganya bisa diandalkan. Itulah mobil
Steyr Daimler Puch Haflinger. Teknologi differential lock   
memungkinkan keempat roda kendaraan ini bergerak kuat menempuh medan
terjal. 
    M Mochajan (52), pensiunan PT Dirgantara Indonesia yang juga
kolektor Haflinger, sempat mempertunjukkan kemampuan dua Haflinger
miliknya di kawasan Punclut, Bandung utara, Jumat (21/3).
    Mochajan sudah mengenal dan menyukai Haflinger sejak  sekitar
tahun 1965 saat tinggal di Madiun. Ia sudah sering melihat Haflinger
di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Iswahyudi, Madiun. 
    “Saya kagum karena bentuknya eye catching, menarik perhatian, dan
kemampuannya cukup baik untuk off-road. Apalagi, tahun 1960-an jalan
di Indonesia masih jelek,” kata Mochajan.
    Baru pada tahun 1986 Mochajan memiliki Haflinger. Ia membeli tiga
Haflinger bekas dipakai TNI Angkatan Darat dengan harga Rp 1 juta, Rp
100.000, dan Rp 200.000. Kini ia memiliki 10 Haflinger yang didapat
dari Solo, Yogyakarta, Bogor, Bandung, dan Australia.
    Ia biasa membawa mobilnya untuk bertualang ke kawasan Punclut dan
Sukawana, Bandung. Namun, ia juga berkelana ke Sancang (Garut),
Ujunggenteng (Sukabumi), dan Rancabuaya (Garut). Kesukaan pada
Haflinger menurun kepada tiga anak lelaki Mochajan.

Bisa diterjunkan
    Kendaraan Haflinger dibuat oleh perusahaan Steyr Daimler Puch yang
merupakan gabungan dari tiga perusahaan. Awalnya Josef und Franz
Werndl and Company di Steyr (Austria) memproduksi bedil pada 1864.
Perusahaan tersebut kemudian memproduksi sepeda tahun 1894 dan Steyr
automobile sekitar tahun 1915.
    Tahun 1934 Steyr bergabung dengan perusahaan Puch dan
Austro-Daimler sehingga terbentuklah nama Steyr Daimler Puch.
Sepanjang Perang Dunia II, produk Steyr Daimler Puch banyak digunakan
di kamp konsentrasi Jerman. Tahun 1959-1974 Haflinger diproduksi
sebanyak 16.647 unit dan diekspor ke berbagai belahan dunia.  
    Tahun 1962, Steyr Daimler Puch Haflinger didatangkan ke Indonesia.
Kendaraan ini juga pernah digunakan di Indonesia untuk keperluan
operasi merebut kembali Irian Barat. Kendaraan itu dipilih karena
bobotnya ringan, sekitar 700 kilogram, sehingga bisa diangkut pesawat
dan diterjunkan di medan Irian Barat.
    Pada tahun itu Indonesia mengimpor sekitar 1.500 unit Haflinger
utuh dan 500 unit dalam bentuk suku cadang. Tahun 1970, Indonesia
mengimpor 200 unit Haflinger untuk perkebunan, yaitu digunakan untuk
menyemprotkan pupuk. Akibat reaksi kimia, banyak kendaraan berkarat
dan akhirnya hancur. Diperkirakan jumlah Haflinger di Indonesia saat
ini sekitar 100 unit. Pemiliknya tersebar di Bandung, Jakarta,
Semarang, Surabaya, dan lain-lain.
    Pada 1990-an, para pemilik Haflinger masih sering jalan bareng
“mencicipi” jalan bergunung-gunung untuk bertualang. Akan tetapi, kini
kegiatan tersebut amat kurang karena sebagian besar  pemiliknya sibuk.
   “Di Bandung, jumlah pemilik kendaraan ini sangat sedikit. Mungkin
tak lebih dari 10 orang. Jadi enggak seru kalau off-road cuma berdua
atau bertiga,” ujar Edwin Saputra (33), penggemar Haflinger.
    Pemilik Haflinger di Bandung membentuk komunitas Steyr Puch
Haflinger 4 Wheel Drive Club Bandung.
    Sementara itu, untuk bergabung dalam off-road lain, Edwin mengaku
tak bersemangat karena pada off-road sekarang yang diutamakan adalah
kecepatan kendaraan, bukan lagi suasana petualangan. Meskipun tak
sesering dulu, para pemilik Haflinger di Bandung sesekali masih
berkumpul untuk menikmati buaian Haflinger.  (Yenti Aprianti)

~ oleh warungminum pada Juni 14, 2008.

28 Tanggapan to “BERTUALANG DALAM BUAIAN HAFLINGER”

  1. tolong info komunitas styer saya berminat dengan mobil ini thanks infonya.

  2. saya salah satu pecinta Haflinger, pernah satu kali berupaya memiliki saat saya masih di Jakarta, namun tidak sempat tercapai dikarenakan satu dan lain hal, keinginan saya masih kuat untuk memiliki kendaraan tersebut, namun masih sedikit terbentur biaya, kira-kira harga dipasaran sekitar berapa, terima kasih atas informasinya.

    • krn kendaraan hobi, harganya gak ada standarnya sih mas ricky. tp dulu saya smpet dpt info ada jg yg bisa dpt 20jt-an.tp ada jg yg lebih dr itu

  3. Pernah nggak ngerasain naik steyer puch menarik buldozer ????
    Saya mungkin yang pertama melakukannya. Cerita ini bermula dari kami merupakan penggemar kendaraan steyer puch yang dahulu kami tinggal di Ciumbuleuit Bandung. Kami mempunyai 1 steyer puch dengan jumlah suku cadang mobil mencapai 3 mobil steyer puch, satu mobil kami berikan pada adik ayahku. Dahulu kami pernah mengerjakan proyek di Sitiung Sumatera Barat tepat PT Bara Wiranti . Ayahku membawa steyer itu ke lokasi pembukaan transmigrasi dimaksud guna andalan proyek. Suatu saat kami pernah coba pada kemiringan yang hampir mencapai 45 derajat, ternyata mobil dimaksud tidak terbalik, yang menurut operator dozer kami, mobil lain sudah terbalik, tetapi ternyata mobil kami tidak. Ada lagi yang cukup mencengangkan kami, dimana suatu saat dozer kami tersangkut dan tidak berjalan pada lumpur atau lubang yang besar. Kami mungkin kehabisan akal, akhirnya kami pakai saja mobil kami utk menarik dozer dimaksud, percaya atau tidak ternyata berhasil berkat system differensial lock yang selalu kami gunakan. Saat ini, mobil itu sudah tidak ada tetapi menjadi kenangan manis dalam hatiku yang paling dalam utk memiliki kembali…

    Good bye My Haflingerku
    (Memorial in 1985…)
    Egy Forester ( Alumni Of AIK 89 )

  4. Mas, apa komunitas ini masih exist! dan kalau di Jakarta ada ga komunitasnya, terima kasih.

  5. bisa bantu untuk dapetin Haflinger, baik keadaan jalan maupun rongsok? thanks sebelumnya oom!

  6. mohon informasi bila ada mau menjual komplit surat-2 dan kondisi ok, asli.

  7. gak tahu klo di jkt.sy thnya di bdg.slh satu anggota komunitasnya tgl di kwsn cihampelas bandung

  8. iah bener kayanya seru banget…..kira-kira masih ada yang jual tidak ya di jawa barat??? terima kasih

  9. saya mau jual mesin mobil puch,, gardan plus mobilnya hub. 08159379687 bpk .aji

  10. Mas, komunitas Haflinger yang di Cihampelas Bandung masih eksis ga? atau punya nomor kontak personnya, terima kasih.

    • Di Jakarta dan sekitarnya ada beberapa yang memiliki Steyr Puch Haflinger ini, di cijantung, klender, fatmawati, bintaro, pamulang ada 2 tapi baru aja berpindah tangan ke orang tebet yang satu, sdgkan yang satu masih saya py.

  11. saya lagi cari spare-part steyr puch nih. ada yang bisa bantu gak ya. tromol belakang kiri giginya sudah aus, kalo ada yang punya info boleh share. terima kasih

  12. saya beli Haflinger pada tahun 72 , awalnya 5 bh 2 dari AD 3 dari AURI , sekarang tinggal 2 bh , ketiga yang awal saya ganti mesin Renault gordini , moris mini minor dan VW 1200 ketiganya sudah dibeli orang dibawa ke palembang , lampung dan di jakarta , sekarang 1 bh saya pake mesin VW dan yang 1 berantakan alias nggak ada surat/hilang dan dipake buat kanibal , Saya ingin kumpul2 joint dan sharing sama teman yang punya Haflinger Puchb Steyer
    saya di cileduk no 0816803345 terima kasih

  13. saya baru restorasi satu steyer 1964, mesin sudah diganti daihatsu charade 1987.
    mohon kontak dgn komunitas pemilik steyr

  14. Dijual berapa steyr nya?kondisi mobil gimana?

  15. Saya Rorly di bsndung juga punya satu, tapi sekarang sedang ada masalah dengan roda kanan belakan, apakah ada yg punya sparepart yg saya butuhkan, trims

  16. gue lagi cari puch steyr, kala ada yang sudah bosan boleh jual ke gue dong.

  17. aku juga lagi nyari puch steyr nih, ada info kalo mau dijual, tq.

  18. Sy jerry bandung, ayo mobil steyr pada jalah dong…sy punya satu.

  19. di daerah padalarang tepatnya di tagog apu ada tuh sering ngejogrog dipingir jalan, kondisinya msh utuh, sesekali msh suka di pake sama pemiliknya. coba aja siapa tau mau di jual.

  20. dari dulu pingin punya ginian……..
    siapa yg mo jual yaa

  21. masih ada yang mo jual ga ya????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: