CITA RASA SATE KAMBING TAMBAK SEGARAN SOLO

Kompas, 28 Agustus 2004

    “Tidak pakai lama, ya.” Kalimat ini sering dijadikan guyonan
serius para pembeli makanan dari Jakarta ketika memesan makanan.
Mungkin Anda juga sering mengatakannya.
    Kebiasaan menyantap fast food alias makanan siap saji membuat
para pemesan makanan tak mau menunggu lama. Ketika memesan makanan,
mereka pun meminta, “tidak pakai lama.” Kalimat ini bisa jadi
diadaptasi dari permintaan lazim seperti tidak pakai sambal, saus,
kecap, acar, atau bumbu-bumbu lain.
    Ketika ingin menikmati sate buntel, gaya memesan fast food pun
keluar. Ini sering terjadi di rumah makan Sate Kambing Tambak
Segaran, Solo. Padahal, menurut Ninik Irawati Wijaya (30), salah satu
pengelola warung makan ini, untuk makan sate buntel yang enak, gaya
fast food sulit diterapkan.
    Pelanggan rumah makan  di Jl Sutan Syahrir No 149 Solo ini paling
banyak dari Jakarta. Mereka biasa datang pada hari-hari libur. 
    Sate buntel adalah daging giling dibuntel atau dibungkus lemak
kambing lalu ditusuk sebilah bambu kecil dan dibakar di atas arang
membara. Sate buntel ini mirip sosis dengan diameter tiga sentimeter.
    Agar daging giling matang, “sosis” itu akan dibelah dua
memanjang. Setelah matang disajikan di atas piring dan diberi kuah
kecap dan irisan bawang merah.
    Sate daging atau lemak, dibakar lima menit saja sudah matang.
Tetapi, untuk mematangkan sate buntel butuh waktu lebih lama. Itu pun
sangat tergantung kualitas arang.
    Kalau arangnya bagus, sepuluh menit bisa matang. Namun, jika
arangnya lembab, bisa sampai setengah jam. “Kalau ingin cepat, nanti
dagingnya matang tidak merata,” kata Ninik, anak bungsu pendiri rumah
makan ini yang ditemui di rumah makannya, Minggu (15/8).
    Hambatan lainnya, saat membakar sate buntel, asap harus keluar
dari panggangan agar daging bisa matang.
    Waktu yang lebih lama dalam proses pembakaran sering membuat para
penikmat sate buntel asal Jakarta gelisah. Biasanya mereka akan
memanggil pelayan agar cepat menyajikan pesanan.
    Daripada menyajikan makanan belum matang, Nanik yang pernah
mengecap pendidikan Fakultas Psikologi di Universitas Katolik
Soegijapranata mengajak ngobrol tamunya agar mereka tidak
kesal. “Bagaimana lagi, kalau mau makan sate buntel yang enak, tidak
bisa pakai gaya fast food!” katanya.

                                   ***

    Sate buntel merupakan menu spesial di RM Sate Kambing Tambak
Segaran. Menu lainnya, sate kambing, tongseng, dan gulai.
    Rumah makan ini didirikan Liem Hwa Yoe pada tahun 1948. Sejak
awal, Liem sudah membuat sate buntel agar berbeda dengan warung sate
lainnya. Ia menggunakan kecap buatan sendiri.
    Warung sate Liem mempekerjakan 8 karyawan. Karyawan bertambah
setelah ia beternak kambing di belakang rumahnya. Ia dibantu istri
dan 12 anaknya. Namun, sejak tahun 80-an, usaha ternaknya dihentikan
karena ada peraturan penyembelihan hewan hanya boleh di penjagalan.
    Warung satenya yang berdinding kayu berukuran 3 x 4 meter
diperluas dua kali lipat dan dibuat dinding tembok.
    Ia membeli empat rumah lain yang sederet dengan kiosnya. Rumah-
rumah itu dipersembahkannya untuk anak-anaknya.
    Istrinya membuka usaha sendiri, membuat bumbu-bumbu masakan
kering yang dikemas dan diberi merek Bumbu Masakan Kambing. Ada bumbu
sate, gulai, dan lainnya.
    Liem meninggal tahun 1994 dan istrinya tahun 2001. Usaha  ini
dilanjutkan oleh tujuh anaknya. Lima anaknya menjalankan usaha rumah
makan di Jl Sutan Syahrir dan Jl Gajahmada, Solo. Yang lain membuka
cabang di Surabaya dan Yogyakarta.
    Sate Kambing Tambak Segaran di Jl Sutan Syahrir menjual 10
kilogram kambing sehari. Di hari libur, jumlah terjual sampai 15
kilogram.
    Harga setusuk sate buntel Rp 16.000, sedangkan seporsi sate
kambing Rp 17.500. Namun, Ninik tak menyebutkan berapa tusuk sate
bisa dibuat dari sekilo daging kambing.
    Pembeli dari Jakarta, Hadi (54) berlangganan sate buntel sejak
1968.  Hadi sekeluarg ke rumah makan itu, memesan sate dengan sabar.
Rupanya sadar untuk bisa makan sate buntel yang enak, gaya fast food
tak berlaku di sini. (H92)

Image: 1
Peta
Sate Tambak Segaran – Solo

Foto: 1
Yenti Apriati
Sate Tambak Segaran – Solo

~ oleh warungminum pada Juni 15, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: