DARI ROTI PARIJS VAN JAVA HINGGA WISATA BELANJA

Kompas, 26 Des 2006

    DARI ROTI PARIJS VAN JAVA HINGGA WISATA BELANJA

    Penganan dari tepung yang difermentasi dan diberi berbagai isi
masih tetap disukai dari Bandung dijuluki Parijs van Java pada sekitar
tahun 1930-an hingga Bandung menjelmakan diri menjadi kota wisata
belanja di tahun 2000.
    Menurut Haryoto Kunto dalam buku Semerbak Bunga di Kota Bandung,
roti sudah dikenal masyarakat Bandung sejak masa penjajahan. Roti
tidak hanya disajikan di hotel atau restoran, tetapi juga dibuat dan
dijajakan subuh-subuh dari pabrik skala rumah tangga.
    Roti restoran salah satunya bisa didapat di Maison Bogerijen. Ada
juga roti terkenal dari firma Hazes yang berada di Jalan Tamblong. 
Sementara pabrik roti kelas industri rumahan bernama Valkenet
berada di Jalan Kebon Kawung, sedangkan Grafhorst di Jalan Merdeka.
    Hingga kini beberapa toko dan pabrik roti lain masih bertahan. 
Misalnya, Maison Bogerijen kini menjadi Braga Permai. Toko roti dan es
krim Hazes kini berganti nama menjadi PT Rasa.
    Berbagai cara ditempuh agar roti tersebut bisa tetap menjadi
pilihan orang Bandung. PT Rasa, misalnya, untuk menarik pembeli, toko
dan pabrik roti ini masih menyajikan roti-roti zaman dahulu hingga
yang sedang populer kini. Roti zaman dahulu kreasinya, antara lain
sauciz brood atau roti yang tampak keras berisi keju, ayam, atau
daging sapi.
    Menurut Andreas Christianto, Manajer PT Rasa, ada sekitar 50 jenis
roti dijual di toko tersebut. Sebagian besar pengunjung adalah
keluarga. Mereka berasal dari Bandung dan Jakarta.
    Sementara toko roti Sidodadi yang lahir di masa akhir Parijs van
Java sekitar tahun 1950-an pun tetap bertahan. Toko di Jalan Otto
Iskandardinata, Kota Bandung, ini sejak awal mencoba mengubah citra
roti sebagai penganan kaum elite menjadi penganan semua masyarakat. 
Dengan kualitas yang baik, roti padat mereka dijual dengan harga
terjangkau. Bahkan, kreator roti tersebut, almarhum Hendrawan, sudah
membuat roti “paket hemat” dengan lima rasa, sebesar roti tawar,
dengan harga Rp 9.500. 
    Menurut Rick Kosasih (34), cucu Hendrawan yang kini mengelola toko
roti tersebut, hingga kini roti buatan pabrik roti Sidodadi masih
menggunakan resep tradisional kakeknya. Beberapa roti zaman dahulu,
seperti roti gambang, roti krenten atau kismis, dan roti tawar frans,
masih dijual di toko tersebut.
    Toko ini masih tetap sederhana seperti dahulu meskipun banyak
dibeli kalangan pejabat dan artis. Etalase toko masih terbuat dari
kayu dan pelayanannya cepat dan ramah. Pembeli yang pagi-pagi butuh
roti juga bisa mengetuk pintu toko sebelum toko dibuka.
    Bagi pendatang baru, seperti roti gempol milik Susanti Usman (56),
bersaing di dunia industri roti di Kota Bandung perlu kreativitas
lebih. Anak pemilik pabrik roti di Kota Salatiga, Jawa Tengah, ini
baru 15 tahun berkecimpung di dunia roti di Kota Bandung.  Untuk
menarik pembeli, ia memiliki cara unik, menaruh oven di muka toko.
(Yenti Aprianti)

~ oleh warungminum pada Juni 15, 2008.

2 Tanggapan to “DARI ROTI PARIJS VAN JAVA HINGGA WISATA BELANJA”

  1. mba minta alamat pabrik rotinya dong,,
    atau posisi pastinya di mana?
    terimakasih

    • smuanya ada di kota Bandung. PT Rasa ada di Jl Tamblong, skitar 3 – 4 bangunan dari mesjid Lautze. Toko roti sidodadi di JL otista. kalo dari pasar baru ada di sebelah kiri n sebelum ke belokan kebon kelapa (abdul muis). Roti gempol ada di Jalan gempol (dr gedung sate lurus, belok kiri ke jl trunojoyo. sebelum toko buah total belok kiri lagi. Kalo ada gardu kembar belok kiri, kiri lagi. trus kanan, en kanan lagi (di blkg deretan rmh makan di gempol). heheh ribet ya. saya lupa sih alamat lengkapnya. selamat berburu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: