DEDI SUHERAN, BUKTIKAN TUNARUNGU DAPAT BERKARYA

Kompas, 21 Nov 2007

DEDI SUHERAN, BUKTIKAN TUNARUNGU DAPAT BERKARYA

    Bagi penyandang tunarungu, mendapatkan pekerjaan bukanlah hal
mudah meskipun mereka memiliki banyak keahlian. Namun, masalah bukan
pada mereka. Masalah justru datang dari orang-orang sekitar yang tak
mampu percaya bahwa penyandang tunarungu juga bisa bekerja.
    Kendala mencari pekerjaan atau menjual buah karya yang dihadapi
penyandang tunarungu membuat Dedi Suheran (41) merasa harus bangkit.
Sejak kecil ia juga sudah menjadi penyandang tunarungu. Lelaki asal
Sumedang tersebut mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Luar Biasa
(SLB) Cimalaka, Kabupaten Sumedang, pada 1984 saat usianya sudah cukup
dewasa. Dedi menamatkan sekolahnya pada 1995.
    Dedi termasuk beruntung karena hanya menganggur satu tahun sebelum
bekerja di sebuah pabrik kerupuk di Kabupaten Sumedang. Banyak
temannya yang juga sama-sama lulusan SLB Cimalaka tidak mendapatkan
pekerjaan meskipun sudah menunggu bertahun-tahun.
    Perjalanan Dedi pun tak mulus. Lima tahun setelah bekerja, pabrik
kerupuk tempatnya bekerja bangkrut.
    Dedi memutuskan untuk tidak menganggur. Dengan tabungan yang
sedikit, ia mencoba membuat kerupuk ikan dan emping melinjo sendiri.
Pengalamannya bekerja di pabrik kerupuk sebelumnya menjadi modal
mengembangkan usahanya sendiri meski kecil-kecilan.
    Ia juga berkeliling menjual penganan buatannya tersebut ke
kantor-kantor di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang,
dan wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Bandung Barat.
    Banyaknya kerupuk yang terjual membuat semangat Dedi untuk
berdikari semakin tinggi. Dedi menggunakan keuntungan dari penjualan
sebagai tambahan modal untuk memproduksi lebih banyak kerupuk ikan dan
emping. Ia juga menambah usahanya dengan membuat keripik sale pisang.
    Dengan banyaknya ragam makanan yang dibuat dan meningkatnya jumlah
produksi, Dedi membutuhkan lebih banyak modal dan pekerja. “Saya
kumpulkan 10 teman yang juga tunarungu. Kami kumpulkan modal bersama,
dan keuntungannya kami bagi secara adil,” kata Dedi.
    Dedi mengajak teman-temannya sesama penyandang tunarungu untuk
bekerja sama karena selama ini penyandang tunarungu sulit mendapat
pekerjaan. “Tetapi, kami sekarang sudah bisa membuktikan bahwa kami
juga bisa berkreasi dan menghidupi diri,” kata Dedi. Ia mampu
mengucapkan kata-kata yang mudah dimengerti orang yang bukan
penyandang tunarungu sehingga bercakap-cakap dengannya tak perlu
menggunakan bahasa isyarat.

Sudah dua tahun
    Kini usaha tersebut sudah berjalan sekitar dua tahun. Setiap orang
di dalam usaha tersebut sudah mampu mendapatkan penghasilan Rp
20.000-Rp 100.000 per hari. Mereka kini juga memperluas usaha dengan
menampung teman-teman penyandang tunarungu yang bisa membuat kerajinan
dari keramik.
    “Wah, teman saya itu idenya bagus-bagus untuk membuat keramik,”
kata Dedi.
    Saat bercakap-cakap, Dedi seperti tidak memikirkan jika pemerintah
kurang memberi dukungan. Ia mengaku cukup mampu bersama-sama mandiri
tanpa perlu merepotkan pemerintah yang sudah banyak urusan. 
    Saat ditemui, Dedi juga sedang memamerkan kerupuk ikan, sale
pisang, dan keramik buatan pabriknya pada acara Pameran dan Seni
Budaya di Aula Subdinas Pendidikan Luar Biasa, Dinas Pendidikan Jawa
Barat di Jalan Rajiman, Kota Bandung. Acara tersebut diselenggarakan
oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jawa
Barat, Minggu (18/11).
    Pada acara itu dipamerkan pula lukisan, berbagai kerajinan dari
rotan, tali, manik-manik, plastik, dan lainnya. Selain itu, juga
dipertunjukkan berbagai atraksi seni budaya, seperti pantomim, pencak
silat, dan atraksi lainnya.
    Pada saat pembukaan acara, meski tak mampu menghasilkan suara, 
para penyandang tunarungu tetap berpidato dan menyanyikan Indonesia
Raya dengan khidmat menggunakan bahasa isyarat. Masihkah ada alasan
untuk tak percaya  bahwa mereka bisa berkarya? (Yenti Aprianti)

~ oleh warungminum pada Juni 15, 2008.

Satu Tanggapan to “DEDI SUHERAN, BUKTIKAN TUNARUNGU DAPAT BERKARYA”

  1. Wah…….saya salut dan angkat topi kpd mas Dedi dgn susah payah utk membantu kaum tuna rungu utk bisa dpt perkerjaan yang layak.mudahan2an di masa yang akan dtg usaha mas Dedi sukses…Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: