Pengobatan Alternatif, DARI KOTA KE KOTA UNTUK MENYEHATKAN ODHA

Kompas, 8 Juni 2006

   Setiap Rabu, Puskesmas Salam di Jalan Salam, Kota Bandung, 
kedatangan terapis untuk membantu penyeimbangan fisik, mental, emosi,
dan spiritual bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS atau ODHA. Mereka
juga datang ke rumah-rumah rehabilitasi untuk ODHA di Jakarta, Bogor,
dan Bandung, guna mendapatkan pengobatan dengan metode prana,
meditasi, dan akupresur.
   Dengan menggunakan angkutan umum, Jayadi (41), Ruwiyanto (30), dan
Kasim (33) datang dari Bogor ke Bandung setiap Rabu, dan pulang Kamis
untuk membantu para ODHA. Pada Rabu mereka praktik di Puskesmas
Salam, dan Kamis di Rumah Cemara, tempat rehabilitasi di Bandung.
Mereka terapis dari Yayasan Taman Sringganis, Bogor.
   Jayadi memberi pengobatan melalui transfer energi sejak tahun
2001. Alumnus Matematika, Universitas Nasional Jakarta sering diminta
menjadi relawan untuk memperbaiki energi para ODHA. Ia mengobati
secara gratis, dan mengeluarkan biaya transportasi sendiri untuk
mencapai lokasi tempat tinggal ODHA. 
   Tahun 2003, yayasannya mengadakan program khusus pengobatan
holistik untuk ODHA. Ia menjadi koordinator para terapis. Jayadi
memiliki tugas mengobati ODHA di Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Sesekali ia pergi ke Makassar.
   Hal yang sama dilakukan Ruwiyanto. Karena sering mendengarkan
keluh kesah para ODHA, Ruwiyanto tertarik mempelajari pengobatan
holistik secara gratis.
   Sementara Kasim mengawali pekerjaannya sebagai relawan di sebuah
lembaga pengobatan holistik untuk kaum marjinal. Ia ke tempat-tempat
terpencil, jauh dari jangkauan instansi kesehatan untuk mengobati
dan mengajarkan keterampilan mengobati diri sendiri. Pada Februari
2006 ia bergabung mengobati ODHA melalui akupresur.
   Siang itu sejumlah ODHA mengeluh,  ada yang merasa sering sakit
kepala, tidak bisa tidur, stres, dan lainnya. Pasien diminta duduk
untuk dideteksi ketidakseimbangan energi dalam tubuhnya. Terapi
energi ini diambil dari sistem pengobatan China yang mengenal
adanya energi (prana) dalam tubuh. “Dengan pengetahuan alam yang
terbatas, metode ini sulit dijelaskan secara logis karena tidak kasat
mata. Dengan pengetahuan alam yang lebih luas,  terapi ini bisa
dirasakan manfaatnya,”ujar Jayadi, Manajer Program Yayasan Taman
Sringganis, Bogor.
   Energi pada manusia didapat dari makanan yang bergizi, minuman,
dan oksigen. Namun, energi juga bisa didapat dari alam, seperti
tanaman, satwa, air, bumi, udara, matahari, dan lainnya. Energi dari
alam  bisa diambil dan dimasukkan dalam diri manusia melalui helaan
tangan. 
(YENTI APRIANTI)

~ oleh warungminum pada Juni 15, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: