DARI BALIK PANGGUNG KE MUKA PANGGUNG

 Sumber : Kompas, Sabtu, 2 juni 2007
                           Doger Coblak
                  DARI BALIK PANGGUNG KE MUKA PANGGUNG 

    "Jangan pulang dulu, dong. Kalau pulang, nanti ketemu hantu,
loh...," kata Rano Sumarno, pemain doger coblak, dari panggungnya.
Ancaman Rano membuat penonton yang memutuskan pulang jadi tertawa.  
Mereka memutuskan pulang bukan karena tidak terhibur. Buktinya, saat
menuju gerbang Center Cultural Ledeng, para penonton masih tertawa dan
membahas lelucon Rano dan teman-temannya.
    Sebagian besar penonton yang pulang di tengah acara adalah orang
tua dan anak-anak. Waktu sudah hampir tengah malam. Bocah-bocah itu
membutuhkan tidur yang cukup setelah berjam-jam menonton pertunjukan.
    Ancaman bernada humor yang dilontarkan Rano merupakan salah satu
ciri khas doger coblak, yaitu mempertahankan interaksi antara pemain
dan penonton. Interaksi dengan penonton ini dimiliki juga oleh teater
rakyat yang berada di beberapa daerah, seperti longser dari Sunda,
ketoprak dari Jawa Tengah, ludruk dari Jawa Timur, dan lenong dari
Betawi. 
    Doger coblak yang terdiri dari musik, tarian, dan cerita komedi
ini merupakan pengembangan dari longser. Hanya, kesenian yang baru
berusia dua tahun ini mencoba menerobos batas budaya. Doger coblak,
meskipun istilahnya diambil dari bahasa Sunda dan dialognya
menggunakan bahasa Sunda, bisa dinikmati oleh orang dari berbagai
etnis dan mengangkat cerita yang tidak melulu dari akar budaya Sunda.
  Akan tetapi, ceritanya bisa merambah ke cerita etnis lain, seperti
Padang, bahkan China dan Jepang. 
    "Kami ingin membongkar batas-batas itu," kata Rano Sumarno,
konseptor doger coblak. Saat mementaskan doger coblak di panggung
terbuka Center Cultural Ledeng (CCL), pekan lalu, tampak penonton dari
Brasil dan beberapa penonton di luar etnis Sunda dapat tertawa
menyimak penampilan mereka. Sebab, meskipun banyak menggunakan
kata-kata, ekspresi mereka dalam bernyanyi, bermusik, dan menari pun
bisa dikemas menghibur dan penuh humor. Ada peluang bagi ekspresi lain
selain kata-kata menjangkau orang-orang berbeda budaya. 

Sangat sederhana
    Di panggung, doger coblak tampil sangat sederhana, tak hanya minim
pemain, hanya tiga orang, tetapi juga minim alat musik. Doger coblak
awalnya menggunakan rebana, tetapi tak banyak tarian yang bisa
diiringi rebana. Akhirnya, rebana digantikan dengan kendang.     
    Yang menarik, di muka panggung, teronggok berbagai jenis kostum.
Para pemain bisa berganti kostum langsung di depan penonton. Tak
jarang penonton dibuat tertawa saat mereka berganti pakaian dengan
cepat. Agar penonton tidak bosan, para pemain juga berganti kostum
sambil bercerita atau mengajak mengobrol penonton dengan penuh canda. 
    Berganti kostum dan berdandan merupakan kegiatan di balik panggung
teater yang tak pernah dihadirkan baik di teater rakyat maupun teater
modern. Namun, sebagai ciri khas, doger coblak justru membawa kegiatan
di balik layar itu ke muka panggung untuk dinikmati penonton. 
    Tentu saja, saat mengganti kostum mereka tetap menjaga kesopanan.
Mereka tetap menggunakan celana pangsi dan kaus sebelum menambahkan
kostum yang dibutuhkan, seperti piyama, kebaya, atau rok.  
    Pergantian kostum dan interaksi dengan penonton merupakan gabungan
antara teater rakyat dan modern. Dalam teater rakyat, pemain tidak
berganti kostum untuk menjadi tokoh tertentu. "Kalau mereka jadi
polisi, langsung saja mengatakan saya polisi tanpa harus mengganti
kostum seperti polisi. Teater rakyat banyak membangun imajinasi," kata
Rano. Sementara itu, di teater modern, setiap tokoh menggunakan kostum
sendiri sesuai dengan karakternya. Dalam doger coblak, pemain
menggunakan kostum sesuai yang dibutuhkan cerita. Saat itulah batas
tradisional dan modern menjadi kabur, tetapi tetap menghibur. 
(Yenti Aprianti)

~ oleh warungminum pada Juli 8, 2008.

2 Tanggapan to “DARI BALIK PANGGUNG KE MUKA PANGGUNG”

  1. aq suka liat dogercoblak d pjtv..tolong kalo ada cd nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: