DUA TAHUN LAGI LANSIA LEBIH BANYAK

sumber: Kompas, 25 Januari 2008

 

Populasi

DUA TAHUN LAGI LANSIA LEBIH BANYAK

Bandung, Kompas
    Berbagai program peningkatan kesehatan bagi ibu hamil dan
menyusui, anak-anak, remaja, dan orang dewasa terus ditingkatkan.
Akibatnya, usia harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat.
    Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat memproyeksikan, tahun 2010
jumlah orang lanjut usia (lansia) lebih banyak daripada jumlah anak di
bawah umur lima tahun (balita). 
    Menurut Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat,
jumlah penduduk lansia di Indonesia tahun 2006 sebanyak 19 juta jiwa
atau 8,9 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Pada tahun 2010,
jumlah penduduk lansia Indonesia naik menjadi 23,9 juta jiwa atau 9,77
persen penduduk Indonesia.
    Sementara itu, jumlah penduduk lansia di Jabar pada 2006 mencapai
2,9 juta jiwa atau 7,2 persen jumlah penduduk Jabar. Pada 2010, jumlah
itu akan meningkat menjadi 7,4 persen jumlah penduduk Jabar.
    “Itu sebabnya di masa depan struktur penduduk Indonesia adalah
struktur penduduk lanjut usia,” kata Nuriana, Ketua Lembaga Lanjut 
Usia Indonesia Jabar dalam acara Reuni Akbar Pensiunan Universitas
Padjadjaran Bandung, Kamis (24/1).
    Pada struktur penduduk lanjut usia, jumlah orang lansia lebih
banyak daripada jumlah anak balita. Berdasarkan data BPS Pusat pada
tahun 2005, persentase anak balita di Indonesia 9,5 persen dan orang
lansia 8,2 persen. Sementara pada tahun 2010, anak balita 8,4 persen
dan orang lansia 9,4 persen. Kondisi itu akan makin melonjak tahun
2020. Sebanyak 6,9 persen anak balita dan 11,34 persen orang lansia.

Berdayakan orang lansia
    Menurut Nuriana, makin tingginya persentase orang lansia di masa
depan perlu disikapi segera oleh pemerintah. Terlebih peningkatan
populasi orang lansia di Indonesia dari tahun 1990 hingga 2025
mencapai 414 persen, tertinggi dari 50 negara lain di dunia.
    Orang lansia harus dipandang sebagai aset negara. “Itu sebabnya
perlu diberdayakan agar produktif dan mandiri sehingga tidak menjadi
beban keluarga, masyarakat, maupun negara,” kata Nuriana.
    Kesehatan orang lansia menjadi salah satu hal yang perlu
diperhatikan agar tetap produktif. Salah satu penyakit yang secara
alami terjadi pada manusia adalah kekeroposan tulang. Kekeroposan
tulang (osteoporosis), menurut dokter Agus Hadian Rahim, terjadi pada
lelaki ataupun perempuan. Perempuan lebih cepat mengalaminya setelah
masa menopause. Salah satu pencegahannya adalah berolahraga, seperti
berenang. 
    Koestedjo (92), guru besar Fakultas Kedokteran Unpad, menceritakan
kiatnya untuk menjaga kesehatan dengan tetap berolahraga. Sementara
guru besar Fakultas Kedokteran Unpad, Iwin Sumarman, mengatakan usia
tua tidak membuatnya tidak produktif. Pada pagi hari ia mengajar,
siang hari bekerja di Rumah Sakit Al Islam, dan malam hingga pukul
24.00 bekerja di tempat praktiknya. (ynt)

~ oleh warungminum pada Juli 8, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: