“FASHION” 2007 TAWARKAN KECERIAAN

sumber: kompas, 9 des 2006

“FASHION” 2007 TAWARKAN KECERIAAN
Republik Ini Harus Segera Berbenah Diri

Bandung,Kompas
    Kekayaan Indonesia menjadi inspirasi bagi perancang busana dari
Jawa Barat. Sasirangan dari Banjar menjadi pemanis dalam suasana
romantis, batik cirebonan menemani atmosfer zaman gila yang identik
dengan kemaskulinan, dan tenun Bali menjadi penambah keseruan saat
disko. Semua berharap keceriaan menjadi semangat Indonesia pada
tahun 2007 untuk meninggalkan duka lara.
    Sebelas anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia
(APPMI) Jawa Barat merekomendasikan 132 busana untuk tahun 2007
melalui pergelaran busana yang diselenggarakan di Atrium Bandung
Supermal, Sabtu (2/11).
    Pergelaran busana bertema “Earthy Splendour” atau kemegahan yang
membumi tersebut diikuti Ani Medina (tema busana “Rona Oriental di
Bumi Nusantara”), Hennie Noer (“Romantic Ethnic”), Herman Nuary
(“Exploration of Batik”), Irna Mutiara (“Lost in Translation”),
Nuniek Mawardi (“La Garconne Atmosphere”), Eddy P Chandra (“Coloring
Beauty”), Harry Ibrahim (“Une Belle Memoir”), Jennij Tedjasukmana
(“+ de Embroy”), Malik Moestaram (“Disconic”), Misan (“Senandung
Timur Barat”), dan Rebecca Ing (“Ever After”). 
    Kekayaan Indonesia yang tersebar pada wilayah seluas 1,9 juta
kilometer persegi menjadi inspirasi yang tidak habis digali para
perancang. Mereka berupaya menampilkan Indonesia dengan cara berbeda.
    “Jarang ada orang mengangkat batik sasrirangan dari Kalimantan
Selatan. Maka, ketika tema peragaan busana ini mengharuskan kami
mengangkat etnik, maka saya putuskan mengambil sasirangan,” ujar
Hennie Noor.

Berbenah diri
    Sementara itu, Malik Moestaram memilih tenun Bali untuk
menceriakan busananya yang bertema “Disconic” atau disco ethnic. Ia
memadukan tenun Bali dengan sepatu-sepatu tinggi.
    Misan yang mengangkat tema “Senandung Timur Barat” memberikan
detail-detail batik yang sangat rapi dan elegan. Hal yang sama
dilakukan pula oleh Herman Nuary, perancang yang mengeksplorasi
batik untuk tren busana 2007.
    Menurut Ani Medina, pada tahun 2006 banyak sekali duka lara yang
dihadapi Indonesia. Berbagai bencana beruntun terjadi, dari letusan
Gunung Merapi, gempa Yogyakarta, gempa Pangandaran, hingga semburan
lumpur panas.
    Ani berupaya agar Indonesia bisa segera berbenah diri, bekerja
sebaik mungkin untuk memperbaiki kondisi tahun sebelumnya. Melalui
fashion ia mencoba menghadirkan kegembiraan untuk Indonesia. Ia
merancang 12 baju bertema “Rona Oriental di Bumi Indonesia” sebagai
pelajaran yang patut dipetik dari pembauran China dan Indonesia.
    Pembauran itu telah banyak melahirkan kombinasi-kombinasi warna
ceria dalam berbagai produk budaya Indonesia, seperti pada pakaian
adat Betawi. Ia juga berharap Indonesia akan menjadi sedemikian
ceria di masa mendatang.
    Deden Siswanto, Ketua APPMI Jabar, mengatakan, dari 11 perancang
ditampilkan lima busana muslimah dan enam busana kontemporer. Ia
juga memperkenalkan dua perancang baru busana muslimah, yaitu Irna
Mutiara dan Hennie Noer, dan seorang perancang busana kontemporer,
Rebecca Ing. (ynt)

Fashion Tendace 2007
Diikuti 11 perancang di Kota Bandung, yakni:
– Ani Medina, Jalan Otista
– Eddy P Chandra, Jalan Windu
– Harry Ibrahim, Jalan Karanganyar
– Hennie Noer, Jalan Buahbatu
– Herman Nuary, Jalan Emong
– Irna Mutiara, Taman Persada Asri
– Jennij Tedjasukmana, Jalan Kopo
– Malik Moestaram, Jalan Hockey
– Misan, Jalan Bihbul Raya
– Nuniek Mawardi, Jalan Griya Utara
– Rebecca Ing, Jalan Rebecca Ing
Sumber: APPMI Jawa Barat

~ oleh warungminum pada Juli 8, 2008.

Satu Tanggapan to ““FASHION” 2007 TAWARKAN KECERIAAN”

  1. I agreed with you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: