Mr WA Baron Baud

Baron Baud merupakan orang Belanda yang memiliki banyak perkebunan di Indonesia, pada zamannya.  Perekbunan miliknya antara lain berada di Jatinangor, Sumedang dan Jasing, Bogor. Sisa dari perkebunan karetnya masih tampak di wilayah Jatinangor, tepatnya di dalam kampus Universitas Winayamukti. Di sana terdapat menara yang dulu memiliki jam dan lonceng yang digunakan untuk memberitahu para buruh perkebunan jam masuk kerja. Sementara di sekitar menara, tepatnya di dekat lapangan bola Univ. Winayamukti terdapat kuburan Mr Baud. Kuburannya berupa tembok putih panjang seperti meja. Kondisinya tidak terawat dan sering digunakan orang-orang untuk duduk saat menonton bola. Tetapi ada yang menyatakan juga bahwa kuburan tersebut sudah kosong dan isinya dipindahkan ke kuburan di dalam kampus STPDN tidak  jauh dari sana. Ada juga yang mengatakan bahwa kuburan di lapangan bola Univ Wiyatamukti adalah milih Ny Mur, orang asli Jatinangor yang dinikahi oleh Mr Baud. Sementara kuburan Baud dari dulu berada di lingkungan STPDN. Baud n Mur…hahaha pasangan yang pas banget ya bo….

Tidak seperti Boscha dan Holle, teman-teman seangkatannya yang juga pemilik banyak perkebunan di Jawa, nama Baron Baud agak sulit dilacak di internet. Meski demikian kita bisa mencari genealogi keluarganya di internet. Kelihatannya Mr Baud tidak punya anak. Namun ada juga yang mengatakan ia memiliki seorang anak perempuan yang menikah pada seorang Denmark dan lalu anaknya tersebut berkebangsaan Denmark. Istrinya sendiri lebih dulu meninggal dunia. Dari  pencarian di internet terlihat bahwa Mr Baud memiliki asisten-asisten yang cukup berpengaruh di lingkungan Jawa.

Oh ya,  setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1950-an  pemerintah memerintahkan agar orang-orang Belanda di Indonesia untuk “pulang” ke kampung mereka di Belanda.  Konon saat itu perkebunan-perkebunan milik Baud tidak ada yang mengklaim kepemilikannya sehingga tanah-tanah tersebut menjadi milik negara Indonesia dan kini digunakan untuk berbagai perguruan tinggi. Di sekitar bekas perkebunan Baud di Jatinangor, terdapat berbagai universitas antara lain STPDN< Univ. Winayamukti dan Univ Padjadjaran.

Oh ya,  di Jawa Barat, ada tiga universitas negeri, yaitu kok Univ Padjadjaran, Universitas Indonesia (Depok), dan Institut Pertanian Bogor yang semua lahannya merupakan  bekas perkebunan karet.

~ oleh warungminum pada September 10, 2008.

3 Tanggapan to “Mr WA Baron Baud”

  1. sy kira saudara Putinya Tn Baron Mimosa, masih ada, anaknya terakhir dapt nobel umur terpanjang ke dua di jerman,ini artikelnya
    Countess Mimosa von Alvensleben née von Klitzing
    Born: Berlin, October 7, 1909
    Died: June 10, 2004
    Married first 1935 (divorced 1936) Johannes von Mutzenbecher (1903-1983)
    Married second 1939 (divorced 1952) Ludolf Count von Alvensleben-Schönborn (1910-) [son of Joachim Martin Count von Alvensleben-Schönborn (1877-1969) and 1) 1908 (divorced) Katharina Countess Bninska (1884-1968)]
    Daughter of Dietrich von Klitzing (1873-1940) and 1908, Mimosa Baud (1876-1935), cucunya mimosa yang masih hidup mungkin Mimosa Alvensleben, mungkin saudara bisa cari kontak mereka, sy udah coba2 cuma blm ketemu. kalo ketemu mungkin makam Tn Baron dan Mimosa akan terawat dan jadi objek wisata yang menarik dan lestari…wongkitoo@yahoo.com

  2. Ada silsilah asisten2 nya? ada di internet kah? boleh tahu link nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: