vietnam

Ribut sekali suara di Saigon room itu. Entah apa yang dibicarakan. Aku tidak memahami bahasa mereka. Bermain-main di “ruang” orang Vietnam baru kumulai dua hari lalu. Mendengarkan mereka “ngobrol” di dunia maya bikin aku pingin senyum2. Rasanya seperti mendengarkan berita karena intonasi bicara mereka saat mengobrol tegas dan terpatah-patah. Tapi entah kenapa juga, aku seneng mendengarnya. Serasa tengah berjalan-jalan di  Saigon.

Kesenanganku pada vietnam ini gara-gara my very bestfriend, The Ron, bilang kalau suatu hari bisa jalan-jalan, dia pingin kami bisa pergi ke vietnam karena negeri itu eksotis.  

Perjalanan pertama pun dimulai. Wah senangnya kami saat “berpapasan” dengan perempuan-perempuan bertopi petani dan rambut panjang mereka melayang saat hendak menyeberangi jalan besar di tengah kota.Tubuh mereka langsing dan tinggi-tinggi tampak anggun dengan gaun panjang warna-warni. Meriah seperti sejejer lampion kuning, jingga, merah, hijau, dan biru yang diperjual belikan di sudut jalan.

Lagi asik-asik jalan, The Ron langsung “menyikutku”. Dua perempuan cantik dengan belahan dada sengaja dipamerkan tersenyum ramah pada kami. “Itu kali cewek -tittttttt- vietnam,” kata The Ron.  Meski jelas-jelas di dekat mereka terpampang tulisan saigon Hairstylist. dugaanku juga sama dengan The Ron. Pameran yang digelar dua perempuan di sebuah ruang terbuka itu bikin kami asik membahas mereka dalam bahasa planet. “RG*&%^*nkljljshguh..Bla..bla..bla….”

 Menonton pameran dua perempuan itu kami sudahi. Perjalanan belum selesai. Di Hanoi kami seperti berdiri di tanah pertiwi.  Seorang perempuan di sudut jalan asik mencari kuti seorang gadis. Di jalan-jalan kami melihat seorang perempuan tua mengayuh sepeda sambil membawa nampah anyaman untuk dijual di pasar. Kami juga cukup lama nongkrong di teras rumah seorang bocah perempuan berbaju merah. Di teras itu, gadis muda itu duduk di antara gong-gong kecil yang menggantung.

Berjalan di vietnam siang-siang itu akhirnya kami sudahi karena hari sudah larut malam. Laptopku di Bogor segera dimatikan. Begitupun The Ron di Bandung, mematikan komputernya.

Perjalanan di internet berkeliling vietnam cukup mengasikkan. Petualangan kulanjutkan ke ruang ngobrol milik yahoo. Seorang yang mengaku lelaki menyapaku. Namanya mirip denganku: Nguyenti. Sedangkan namaku Yenti. Kejutan!

nguyenti362: hi em
nguyenti362: ua
nguyenti362: hoi bi trung hen
nguyenti362: banten yen fai ko

waduh! aku segera mencari kamus gratisan di internet. secara asal-asalan kubilang : Noi trong english!  alias speak in english. hahahahaha, ga tahu juga sih bener atau gak tuh kalimat.

Tapi si Nguyenti langsung bilang : Ok. Horeeeeeeeeeeeeeeee…akhirnya aku dapat teman vietnam!

sambil chat, aku mulai mengulik2 kata2 awalnya dalam bahasa vietnam tadi. mungkin terjemahannya gini kali ya:

nguyenti362: hi em (kamu disana)
nguyenti362: ua (oi…)
nguyenti362: hoi bi trung hen (namaku trung)
nguyenti362: banten yen fai ko (nama kamu siapa?)

hahahahaha..,iya gak sih?

Eh ternyata bener loh nama dia trung nguyenti. kerjanya sebagai marketing, usianya 28 tahun. Gitu kata dia. tapi penting gak penting aku pingin belajar bahasa vietnam sama dia. eh sayang seribu saya, Ym milikku disconnect melulu. Jadiya sudah lah…besok kan kucari lagi vietnamese yang lain. Aku pun keluar dari Saigon room. Pulang ke dunia nyataku. Sebuah kasur terlihat lebih empuk dari hari-hari sebelumnya.

Com on anh viet…hatur nuhun vietnam

~ oleh warungminum pada November 20, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: