Kiat Menjadi Pengusaha Sukses 3

Perlu kesungguhan hati, kemampuan produksi yang baik, dan strategi pemasaran yang agresif jika ingin usaha kita menjadi sukses.

Itulah kiat menjadi pengusaha sukses yang saya petik dari sebuah feature berjudul “Diah Damayanti, Menjual Mobil Demi Tongkat Keju”. Yanti, begitu Diah Damayanti disapa, memiliki keahlian membuat tingkat keju. Keahlian ia dapat karena sewaktu muda pernah bekerja dalam usaha pembuatan tongkat keju milik kakaknya.

Begitu banyak orang yang berjualan tongkat keju mengharuskan Yanti menghasilkan tongkat keju yang berbeda. Ia pun memilih tongkat keju rasa pizza yang belum ada di pasaran.

Menjual tongkat keju bukanlah hal mudah karena banyak pesaing dari produk sejenis, selain itu tongkat keju juga harus bisa bersaing dengan sejumlah besar jenis makanan oleh-oleh lain yang sangat beragam di Kota Bandung. Itu sebabnya pasar perlu ditembus dengan atrategi pemasaran yang agresif tetapi tetap elegan.

Di bidang pemasaran, Yanti didukung penuh oleh suaminya, Dicky. Dicky mengawali strateginya dengan membuat kemasan yang menarik. Ia mencari ide kemasan dari sebuah buku impor.

Ia juga terjun ke lapangan untuk membuka jalan bagi mengalirnya order. Cara yanag digunakannya adalah mendatangi sebuah roko kue ternama di kotanya dan ia membagi-bagikan tongkat keju buatan istrinya di depan toko. Pemilik toko tertarik pada camilan tersebut dan memesan tongkat kejunya auntuk dijual di toko kue tersebut. Oh ya, untuk membagi-bagikan tongkat kejunya secara gratis, Dicky dan Yanti menghabiskan Rp 3,5 juta di tahun 1990. Uang tersebut merupakan hasil menjual mobil.

Dalam pemasaran, Dicky juga pernah ditolak saat menawarkan produknya ke toko kue ternama lainnya. Tapi ia tak kehabisan akal. Setiap hari ia kerahkan keluarganya untuk menanyakan tongkat keju buatan istrinya ke toko tersebut hingga pemilik toko menghubunginya dan mulai memesana tongkat keju. Tongkat keju buatana Yanti bermerek Maldy, Raosta, dan Chrispy.

16 tahun kemudian, pemesanan pun makin besar dan Yanti mempekerjakan seorang tenaga pemasar serta tiga karyawan di bidang produksi. Ia selalu mengajarkan karyawannya untuk membuat kue agar kelak ketika memutuskan meninggalkan pabrik tongkat kejunya, para karyawan teraebut bisa mandiri. “Saya ridak merahasian resep dan kainnya karena rejeki tiap orang sudah ada yang membagi,” ujarnya.

Ya…ya…, pengusaha tangguh memulai produksi dengan serius, mengemas dengan menarik produknya, melakukan inovasi sebelum orang lain melakukannya, memasarkan dengan tekun dan cerdik, serta senantiasa diliputi rasa tenang untuk membagikan ilmu pada orang lain tanpa takut tersaingi.

Monggo…

 

 

 

#MENERIMA PENERJEMAHAN TEKS DALAM BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA. SMS ke 085691181038#

~ oleh warungminum pada Agustus 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: