Uang dalam Tradisi Sunda

uang koin lama

 

Lagi-lagi nemu dari brosur…hehehe…ini brosur Pameran Uang yang dilaksanakan Museum Negeri Sri Baduga, Bandung, Jawa Barat pada 28 November – 11 Desember 2006 (hwaaaa….dah lama ya, tapi belum kadaluwarsa kok isinya). Brosurnya berisi tentang fungsi uang dalam masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda memanfaatkan uang tidak hanya sebagai alat tukar loh,,,tapi juga dipakai dalam upacara, pengobatan, perhiasan, dan jimat.

Uang digunakan dalam upacara siklus hidup manusia mulai dari kelahiran hingga pernikahan sebagai simbol dari harapan agar diberkahi kekayaan yang melimpah. Jadi ingat deh, waktu upacara pernikahanku. Ada satu sesi dimana kami disawer atau dilempari beras, uang receh, dan permen. Mungkin maksudnya biar bisa dilimpahi kekayaan sehingga bisa beli beras dan permen kali ya…hwhwhwhw…

Orang Sunda juga menggunakan uang dalam pengobatan tradisionalnya. Uang yang biasanya digunakan adalah uang logam berbahan tembaga dengan nominal 2,5 sen yang sering dinamakan benggol. Benggol dipakai sebagai alat kerokan dan untuk menekan puser atau udel bayi sebelum puput puser atau putus tali ari-arinya. Katanya sih biar udel bayi tidak dosol (menonjol). Oh…pantas ya, nenek saya dulu juga suka menyimpan benggol ini.

Kalau yang dipakai sebagai jimat, biasanya uang kepeng atau uang logam cina. Katanya sih buat tolak bala.

Untuk bahan perhiasan, biasanya uang logam mas atau uang logam yang terbuat dari campuran cupronickel bergambar Pangeran Diponegoro. Basanya uang-uang tersebut digunakan untuk liontin atau peniti/bros.

Kenapa cuma pakai uang lama ya? padahal uang baru juga bisa digunakan buat obat. Kemarin saya menggunakan uang 50,000 sebagai obat lapar.Lumayan bisa dapat sepiring nasi, sepiring oseng-oseng mercon, nasi goreng magelangan, es teh manis, dan jus mangga di rumah makan Bakmi Jogja Pelengkung Gading di daerah Arcamanik, Kota Bandung. Hehehe…

Kalau mau ke museum Sri Baduga, silahkan loh. Banyak koleksi lucu, asalkan bisa “menarik” pemandu wisata museum yang cerewet dan aktif bercerita. Museum Sri Baduga ada di Jalan BKR no 185, TELP 022 5210976. (Ynt)

 

 

 

~ oleh warungminum pada Agustus 21, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: