Takdir Jakarta

Saat masih tinggal di Jakarta, paling sebel keluar rumah pas atau habis hujan. Jijik ngebayangin kalau bangkai-bangkai tikus sebesar-besar kucing yang terlindas di jalanan dan biasanya didiamkan begitu saja, terbawa oleh air hujan kemana-mana.

Pantang bagi saya masuk rumah sebelum cuci kaki sebersih-bersihnya. Itu sebabnya saya selalu mencari rumah kos yang di halamannya ada keran air bersih.

Hal lain yang menjijikan dari Jakarta adalah sungai atau kanalnya. Hitam, bau, banyak sampah, jelek. Belum lagi kalau dapat liputan ke gang-gang. Kebanyakan gang-gangnya kotor. Lalatnya itu, lho. Uuuhhh…

Barangkali, Jakarta memang ditakdirkan begitu, ya?

Di masa lalu, Jakarta yang bernama kota Batavia merupakan sebuah kastil yang dikelilingi tembok-tembok tinggi serta parit-parit untuk pertahanan kota. Akibatnya, kota menjadi sangat pengap dan sering timbul wabah-wabah penyakit. Untuk mengubah keadaan, di tahun 1809 Deandels memerintahkan untuk membongkar seluruh tembok yang mengelilingi Batavia,termasuk puri-purinya, serta menimbun parit-parit yang ada.
Akankah takdir Jakarta berubah?

 

Sumber: Numismatik No 2, Juli 2005

~ oleh warungminum pada Oktober 11, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: