Belajar Menulis Cerpen1

Menulis cerpen itu…susah sekali. Buat saya.hihi…. Bahkan setelah mengikuti kursus online selama 3 hari pun, tetap perlu banyak belajar.

Oh ya, dari kursus menulis cerita fiksi yang saya ikuti di http://www.creative-writing-now.com, ada banyak hal ingin saya bagi. Tapi ini baru sebagian kecil. Kalau ada waktu, saya sambung lagi di tulisan berikutnya.

Biar mudah, saya tulis dalam bentuk poin-poin aja ya. Selamat menikmati…syukur-syukur mau belajar bersama.

Berikut beberapa hal yang saya dapat dari penulisan cerpen

1. Ide Cerita. Kehidupan ini merupakan sumber dari sebuah cerita. Ada begitu banyak ide yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Nama orang di yellow pages, pencahayaan di suatu tempat, sifat seseorang, bentuk bangunan, bahkan bentuk jempol kaki seseorang, dan warna daun dari sebuah tanaman. Katanya sih begitu…hehe…saya sedang belajar membuktikannya. Mungkin para Peminum di warungminum ini juga tertarik untuk ikut membuktikan?

2. Elemen Cerita. Kita bisa menggali ide cerita, bahkan dari mana cerita bisa kita mulai dengan memahami elemen cerita. Elemen cerita terdiri dari :

a. Karakter

b. Setting/lingkungan/tempat

c. Konflik

3. Kejadian. Sebuah cerita harus memiliki unsur pokok, yaitu kejadian. Tanpa sebuah kejadian atau peristiwa, maka tulisan itu bisa jadi hanya pendeskripsian dari sebuah artikel, atau penuturan filosofis saja.

Kejadian bisa menimpa seseorang (karakter) atau terjadi di suatu tempat (setting). Kejadian bisa disebabkan/menyebabkan konflik. Lewat konflik dalam sebuah cerita, kita bisa memahami mengapa suatu peristiwa terjadi dan apa pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian tersebut.

4. Memulai cerita. Penulis bisa memilih memulai cerita dari salah satu atau tiga elemen cerita sekaligus. Ketika memilih ide cerita dimulai dari konflik, misalnya. Konflik tersebut akan menggerak penulis pada karakter dan tempat konflik terjadi. Begitu pula ketika menulis cerita dimulai dengan karakter maupun tempat.

5. Ada 5 Cara mendapatkan Ide dari Karakter.

a. Amati Orang Lain

Pergilah ke café, mall, atau ke jalanan. Amati bagaimana seseorang berpakaian, bahasa tubuhnya, ekspresi wajahnya, cara bicaranya, caranya bergerak, lalu imajinasikan bagaimana ia hidup.

Bisa juga pergi ke super market, amati seseorang. Apa yang dia percakapkan, apa yang dia perhatikan, apa yang dia beli, apakah ia hidup sendiri atau dalam sebuah keluarga, apakah ia memiliki binatangf peliharaan, apakah ia membeli lauk pauk yang banyak? Apakah ia akan mengadakan pesta? Atau hanya mempersiapkan lauk pauk untuk keluarga sepanjang minggu? Apakah ia akan menyimpan makanan itu di freezer sebelum di masak? Apa aktivitas seahri-harinya/ apakah ia termasuk orang yang menghabiskan waktu malam sendirian hanya ditemani sebotol minuman? Kembangkan pertanyaan dan bayangkan jawabannya hanya dengan mengamati tingkah laku seseorang di suatu supermarket.

b. Baca surat kabar dll

Surat kabar, majalah, tabloid, dan lainnya menyediakan banyak ide cerita. Ketika membaca peristiwa anak tewas terseret arus sungai, cobalah bayangkan anak seperti apa dia, bagaimana orangtuanya, apa pekerjaan orangtuanya, sedang apa anak tersebut sesaat sebelum terbawa arus, mengapa sungai bisa membuat anak tersebut terseret? Apakah yang terjadi saat anak tersebut terseret arus? Apakah ia menangis? Apakah ia berusaha menggapai daratan? Apakah ia membiarkan saja dirinya mengikuti arus sambil berdoa? Apakah ia menutup matanya dan membayangkan makhluk bersayap memegang kedua tangannya dan membawanya terbang ke langit? Apakah ia memanggil nama ibunya, atau bapaknya, atau kakaknya, atau temannya, atau gurunya? Apakah ia memohon pada sungai agar segera menjadi tenang?

Berita pernikahan dan kematian juga menyajikan banyak ide cerita. Gunakan imajinasi Anda untuk mengisi “ruang kosong” yang tgerbuka dalam sebuah berita.

c. Bayangkan sebuah nama

Nama menghubungkan kiota dengan sejumlah asosiasi. Ciba bayangkan tiga nama perempuan; Rodiah, Sherly, dan Annisa. Ketiga nama tersebut menghasilkan bayangan tiga sosok perempuan yang berbeda karakter bukan?

d. Gabungkan karakter asli dan imajinasi

Penulis seringkali menggunakan karakter asli di lingkungannya untuk membangun sebuah cerita. Bisa dirinya sendiri, bisa teman, atau orangtuanya. Hanya saja biasanya mereka mengalami keterbatasan untuk mengeksplorasi karakter yang ada dan mulai berimajinasi untuk menyempurnakan karakter tersebut. Misalnya bisa saja Anda membayangkan karakter ayah Anda yang disiplin, galak, penuh aturan, dan sedikit bicara tiba-tiba bersemayam dalam karakter imajinasi Anda yang merupakan anak remaja perempuan yang bersekolah di sebuah sebuah sekolah yang sangat longgar kedisiplinannya.

e. Melahirkan karakter baru dari karakter yang ada

Ketika Anda memiliki sebuah cerita dengan suatu karakter. Karakter yang sudah diciptakan bisa menghasilkan karakter baru. Contohnya ketika Anda memiliki cerita dengan tokoh perempuan remaja yang disiplin, galak, penuh aturan, sedikit bicara, dan berada di sebuah sekolah yang kacau. Anda juga bisa membayangkan bagaimana gurunya? Orangtuanya? Teman dekatnya? Misalnya saja, Andamembayangkan ia memiliki seorang guru yang sering terlambat dan menerima complain dari murid perempuan tersebut. Bayangkan bagaimana kehidupan keluarga guru tersebut, bagaimana anaknya, istrinya? Apakah ia bekerja juga di malam hari sehingga baru tidur sesaat sesudah azan Subuh dann bangun sebelum pukul 6.30. Kenapa ia tidak pernah mempersiapkan materi pelajaran, dan lainnya.

6. Membangun karakter. Untuk mengembangkan karakter tokoh sebuah cerita, penulis bisa membayangkan berbagai aspek dari tokoh tersebut dan bagaimana kehidupannya berlangsung. Anda bisa membuat berbagai pertanyaan untuk mengembangkan karakter tokoh cerita. Misalnya; Apa pekerjaannya? Bagaimana keluarganya? Seperti apa orangtuanya? Bagaimana hubungan tokoh cerita dengan lingkungan di sekelilingnya? Bagaimana rumahnya? Bagaimana rumah tetangganya? Apa hobinya? Apa porinsip hidupnya? Apa kelebihan dan kekurangannya? Apa ciuta-citanya? Apa hal yang ia takuti? Dan lainnya.

7. Buatlah jurnal dan berlatihlah. Sekarang buatlah jurnal berisi ide-ide cerita Anda. Buat 5 tokoh cerita menggunakan lima metode yang telah dipaparkan di atas.Yuk… bangun cerita dari masing-masing tokoh…. *ngarep dapat teman belajar hihi…*

~ oleh warungminum pada Januari 16, 2013.

2 Tanggapan to “Belajar Menulis Cerpen1”

  1. Infonya menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: