Waduuuh…Lama Amaaat

Buka blog lamaku lagi. Ahay…udah dua tahun ga nge-post apapun. Oh ya, saya juga udah lamaaaaaaa ga baca lagi blog ini. Ihikkk…maafkan ya.  Entah ga mood atau ga bisa ngatur waktu buat nulis, atau ummmm…apa ya. Entah deh. Oh ya sempet lupa juga passwordnya. Hahaha..

Ini blog dibuat 2008. Waktu yang cukup panjang. Banyak perubahan. Salah satunya cara saya menulis, apa yang saya baca, kebiasaan-kebiasaan saya membaca, dan lainnya. Semua itu mengubah cara saya menyampaikan pesan, menuliskan gagasan, berkisah, memilih tema, dan owh…banyak deh. Intinya delapan tahun tentunya saya sudah berubah banyak.

Dari tulisan aja saya bisa senyum-senyum sendiri lihat perubahan itu. Dulu saya lega kalau nulis dah sesuai EYD. Lihat beberapa tulisan lain, udah enggak begitu. Saya sudah biasa menulis di gadget saya yang kecil. Itu membiasakan saya menulis disingkat-singkat. Saya sudah enggak peduli lagi kapital dan hurup kecil dimana. Bukan berubah jadi alay ya, tapi bahasa dan bagaimana menggunakannya juga berkembang. Bisa ke arah baik, ke arah buruk, ke arah yang orang ga peduli bagaimana nilai dari semua itu, ke pojok tanpa nilai.

Titik. Dalam sebuah teks formal tanda baca ini eksis banget. Tapi kalau lagi WA temen, membubuhkan titik di akhir kalimat kayaknya gimana gitu. Ga nyaman. Ga bisa dijelaskan kenapa rasa itu muncul pada diri saya.

Tanda seru. Aduh, ini lebih hati-hati lagi saya pakai. Bagaimanapun huruf-huruf yang diketik sekarang bukan hanya mewakili apa yang ada di dalam pikiran kita, tetapi juga mewakili bagaimana rasa verbal kita terekspresikan dalam hurup demi hurup dan tanda baca.

Sudah lama sekali tidak ngeblog. Saya sudah melewati banyak masa dimana perubahan teknologi mengubah kebiasaan dan rasa. Kini saya tak lagi begitu peduli soal EYD dalam “kamar” saya sendiri, bukan karena tidak menghargai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi saya ingin menikmati apa yang terjadi dalam kehidupan berbahasa saya sebagai manusia yang berbicara melalui teks-teks. Kelak, apa yang tertulis menjadi perjalanan berbahasa saya dari waktu ke waktu. Melalui sebuah zaman yang penuh gelombang bagi kehidupan sebuah teks dan tanda-tanda di dalamnya.  Bahasa adalah rasa. Rasa saya mungkin berbeda dengan rasa orang lain.

Btw, kenapa “pertemuan” ini saya memilih membahas soal bahasa dan rasa ya. Lebih baik kita lanjutkan dengan postingan-postingan lain untuk berbagi rasa yang lain. Rasa 70-an, 80-an, 90-an, dan rasa-rasa kekinian. Cerioooo….

 

 

~ oleh warungminum pada Maret 4, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: