TANDING WEDDING (1)

we-did-wedding-clipart-1

sumber: worldartsme

Musim kawiiiin….Bisnis wedding semarak. Kalau kami lagi jalan dari Bandung  menuju Bogor janur kuning terpancang di banyak gang dan jalan. Di gedung-gedung, mesjid, rumah, adaaaa aja yang melangsungkan resepsi pernikahan.

Obrolan di seputar lingkungan kami soal pernikahan pun   menghangat. Percakapan tanding wedding pun membuai kuping yang sedang nganggur. Jadi, sadar ga sadar resepsi pernikahan itu sering loh jadi ajang banding-membandingkan, kayak pertandingan saja. Menang siapa, wedding Si A atau Si B. Keren mana wedding Si Itu atau Si Ini. Lucu mana suvenir gue atau dia. Pangling mana, temen gue atau temen lo?

Kalimat-kalimat seperti ini pun meluncur di sana-sini.

“Gedungnya di situ aja, strategis. Si Anu di situ, tamunya banyak yang datang soalnya ga ribet. Jangan di situ deh, aduh macet. Si Itu di sana, sepi banget. Males kali orang juga datangnya.” *SekalianResepsiDiCFDAjaAtuh*

“Pake perias gue deh. Kosmetiknya merek mahal, bukan yang ngasal. Ga bikin jerawatan. Dijamin manglingin. Gue aja sampai ga ngenalin diri gue sendiri *lebaypastinya*.”

“Kebaya atau gaun pengantin sih bikin di si A aja, modelnya baru-baru. Yang kayak di majalah-majalah gitu loh. Model kebaya pengantin artis Z yang baru nikah bulan kemarin juga udah ada. Persis banget warnanya.” *FansInfotainment*

“Jangan kayak si B, suvenirnya di pasar  juga banyak. Suvenirnya mending beli di kota Anu, atau di pulau Anu.  Ga mahal-mahal banget tapi unik.” *TapiOngkosnyaYangMahallll*

“Foto Pre-wedding Si Itu kok meanstream banget ya.” *Uh…uh…*

Kalau denger percakapan-percakapan model gini. Haduh…resepsi saia jang sangad sederhana itu sungguh tak layak dibanggakan deh.  Resepsi pernikahan kami dipersiapkan dengan budget superminim. Cuma 15  juta aja pada akhir tahun 2008. Padahal kakak  dan adik saya yang menikah 8 dan 3 tahun sebelumnya saja perlu mengeluarkan budget berkisar Rp. 40 jutaan.

Capcipcup Kena Mana

Rahasia resepsi murah tuh mungkin,,,mungkin ya…karena kami melakukan segala-gala-galanya sendiri. Soalnya ga berani deh pake wedding organizer segala. Udah gitu persiapannya juga singkat aja. cuma sebulan sebelumnya. Prinsip saya waktu itu sih, sama seperti jodoh yang ga pernah bisa ditebak, begitupun tanggal pernikahan, gedung resepsi, jasa penyedia katering, pakaian pengantin, dan periasnya juga bisa jadi ga bisa ditebak. Capcipcup kena yang mana.

Untungnya saya dan suami tidak terlalu peduli sama ritual ini itu. Kami tak pernah berharap menjadi pangeran dan putri kerajaan dalam semalam. Mimpi kami enggak sebesar itu. Berharap jadi ganteng dan keceh dalam semalam aja bikin kami garuk-garuk, antara ga tega mimpinya sama ga yakin bakal kejadian.

Jadi ya dengan niat menyenangkan orang-orang yang mungkin bergembira dengan pernikahan kami dan ingin berterima kasih pada doa-doa yang dipanjatkan, kami pun melangsungkan resepsi.  Dengan catatan sesuai kemampuan kami.(Bersambung…)

~ oleh warungminum pada April 18, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: