TANDING WEDDING (6)

sumber: dreamstime.com

sumber: dreamstime.com

Suami Lirik Temannya…Tepok Jidat? Tepok Tangan Aja

Semua sudah nyaris siap, baru buat undangan dan cari fotografer. Dapat deh, teman kuliahnya suami ada yang jago desain. Setelah berhasil menghubunginya, kami pun bikin daftar undangan. Ngerjainnya  sampai seminggu karena kami terpisah jarak Bandung – Bogor. Tapi eksekusinya cepat banget berkat jasa desain dari Mas Salim *salimdulu*. Terima kasih ya. Unik, cepat, dan tentu saja harga pertemanannya sangat membantu kantong kami. *salimlagi* Oh ya, Mas Salim juga yang kemudian kami hubungi untuk menjadi fotografer di acara munduh mantu di Yogyakarta beberapa bulan kemudian. Jadi selain ngedesain, beliau juga seorang fotografer *salimajaterus*.

Nah, kalo untuk foto, kami hubungi Mas Arul. Temen nongkrong suami ini membawa serta mahasiswanya bernama Mas Gilang. Ini juga pakai harga pertemanan.  Alhamdulillah deh berkat suami yang kali ini dapat giliran lirik teman-temannya yang baik hati dan tidak sombong,   untuk membantu kami, segalanya berjalan lancar. Tepok tangan!!!

Pulang Dinihari Langsung Permak Celana

            Pada Mas Arul dan Mas Gilang, kami agak keterlaluan. Baru datang udah diajak jalan ke sana-kemari menemui keluarga dari Yogyakarta yang menginap di wilayah Jalan Semeru, Bogor. Deket sih dari rumah kami waktu itu di Laladon, Bogor. Nah letak keterlaluannya, kami pulang dinihari. Hampir jam 3 pagi. Padahal besoknya jam 6 pagi sudah harus siap di gedung pernikahan untuk dirias.

Belum sampai itu penderitaan mereka. Sampai di rumah, celana untuk pengesahan akad nikah milik suami kegedean. Alhasil dinihari itu juga saya langsung ambil mesin jahit dan suara mesinnya yang udah lama tak diminyaki menjerit-jerit ga karuan di rumah kami yang sempit. Untung ga ditimpuk satpam dan warga sekomplek. Nah, masalahnya saya rasa para fotografer itu gak pada bisa tidur karena ulah mesin jahit itu *BukanUlahSayaLohYa*

Kalau gak salah sih, malam itu juga saya langsung mandi untuk persiapan besok pagi dan tidur bentar. Sebelum jam 6 pagi, kami sudah bangun dan siap di depan rumah, slup….masuk semua ke mobil dan wesss…..langsung berangkat ke tempat resepsi dengan kaos dan celana jeans. Perlu diketahui, suami saya menyetir mobil sendiri dan mobilnya enggak pake hiasan bunga, boneka, balon-balon berbentuk hati. Tidak…tidak….

Kurang dari 10  menit udah sampai di tempat resepsi dan langsung digiring ke tempat rias. Kali ini wajah saya yang dipermak. Hidung dioles ini itu supaya tampak lebih mancung. Padahal udah mancung loh *Pppphhhh…*. Ya pokoknya digimana-gimanain gitulah. Pokoknya saya tidur aja selama dirias.

Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar hingga waktu sewa gedung usai. Pukul 14.30 kami pun segera membenahi pelaminan karena pihak penyewa berikutnya sudah siap-siap mau mendekor ruangan. Beberapa anggota keluarga ikut membantu bagian dekorasi untuk merapikan kembali kursi dan meja-meja. Ibu saya inisiatif langsung merapikan bunga-bunga dekor. Ya, merapikan untuk langsung digondol ke rumah. Lumayan bisa dirangkai lagi. Begitu pasti pikirnya. Selesai dengan semua itu kami meluncur kembali ke rumah untuk mempersiapkan…bulan madu. Iya dong. (Bersambung…)

~ oleh warungminum pada April 23, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: