Tanding Wedding (7)

Bulan Madu Ndusal-Ndusel

justmarried

sumber: webweaver.nu

            Bulan madu kemana? Kami sudah punya jadwal yang tertata rapi. Bahkan kalau ada jadwal yang kelewat karena misalnya  sakit, sudah ada jadwal pengganti di minggu berikutnya. Keren enggak? Bulan madu ini memang sudah direncanakan oleh pihak lain dengan sangat-sangat terukur dan tepat waktu.

Jadi, pulang dari tempat resepsi saya langsung memasok pengetahuan dengan menyiapkan buku-buku dan membacanya dengan seksama agar bulan madu berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Sehari setelah resepsi kami pun langsung berangkat ke stasiun Bogor. Waktu itu stasiunnya masih jadul dengan kereta-kereta tanpa AC, penumpang gondal-gandul di depan pintu kereta yang terbuka. Sementara penumpang di dalam ndusal-ndusel alias saling himpit, berdesak-desakan. Luar biasa bukan perjalanan awal bulan madu kami.

Satu stasiun setelah stasiun Pondok Cina, kami pun turun. Melewati beberapa kios-kios makanan, fotokopi, rental komputer, dan juga kios penjual tas ransel kecil-kecil dan warna-warni. Lalu menyeberangi rel. Kami melintasi hutan kecil yang asri. Sampai di sana, pemandangan sekitar mulai selaras dengan misi bulan madu kami. Jalan setapak lurus di tengah hutan yang hijau dan dingin. Kami melihat penyadap getah karet bergerak gesit dengan pekerjaannya. Di jalan setapak lain, para petugas kebersihan kawasan tersebut tengah menyapu dengan khidmat. Semua tampak indah. Apalagi sepasang rusa terlihat riang berlompatan, berebut makanan, tak jauh dari tempat kami melintas. Di ujung jalan setapak, bunga-bunga pink dari pohon-pohon jambu bol  yang berjajar di pinggir jalan, berjatuhan ke tanah di sekitarnya membuat  tanah berwarna merah muda. Pohon-pohon itu siap berbuah. Mungkin  saya juga demikian nantinya.

Lalu kami menyeberangi jalan aspal yang sepi. Masuk ke sebuah area dengan gedung-gedung seperti hotel-hotel sederhana atau penginapan-penginapan lama di kawasan Puncak, Bogor. Di atas koridor gedung, kami berjalan lurus melintasi sebuah restoran Korea mini dan toko buku. Berbelok ke kanan dan tibalah kami disebuah gedung lebih sederhana berlantai tiga atau empat, entahlah. Lobi dari bangunan itu seperti kantor-kantor tahun 80-an, ya….setting film Dono, Kasino, Indro…pada tahu kali. Itulah gedung tujuan kami untuk mengawali bulan madu kami. Suami saya langsung memilih menikmati pagi dengan duduk-duduk di lobi dan saya langsung meluncur ke lantai berikutnya untuk segera ikut Ujian Tengah Semester! Iya…sebagai mahasiswa magister Antropologi UI waktu itu, saya memang harus ujian sehari setelah saya melangsungkan resepsi pernikahan. Hihi….

Anda semua pasti sudah dapat menebak akhir ceritanya. Besoknya suami saya meninggalkan  acara bulan madu  di UI padahal jadwalnya udah  tersusun rapi selama seminggu, loh. Alasannya, cutinya udah habis. Ah dia mah emang gitu orangnya. Tapi saya pantang surut ke belakang, segala ujian harus mampu  dilewati dengan penuh kesabaran dan ketabahan.  Bukankah setiap ujian mampu mendewasakan kita? Dan, rumah tangga membutuhkan sikap kedewasaan demikian. Pyuhhh…demikian paket wedding kami yang sungguh sangat sederhana itu. Selamat Ujian (Tengah Semester) bagi yang merayakan. (Ynt)

 

 

~ oleh warungminum pada April 25, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: